Rabu, 29 April 2026 WIB

DPRD Medan Usulkan Setiap Lingkungan Miliki Becak Sampah untuk Maksimalkan Layanan Kebersihan

editor - Senin, 05 Januari 2026 09:02 WIB
DPRD Medan Usulkan Setiap Lingkungan Miliki Becak Sampah untuk Maksimalkan Layanan Kebersihan
Rapat Evaluasi Triwulan IV Tahun 2025 Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Senin (5/1/2026).

MEDAN -Anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor, mengusulkan agar setiap lingkungan di Kota Medan memiliki minimal satu unit becak sampah guna memaksimalkan pelayanan kebersihan di tengah masyarakat. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Triwulan IV Tahun 2025 Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Senin (5/1/2026).

Menurut Antonius, pengadaan becak sampah menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah di kawasan permukiman yang belum terjangkau armada pengangkut berukuran besar. Ia menyebutkan, Kota Medan memiliki sekitar 2.001 kepala lingkungan, sehingga idealnya tersedia jumlah becak sampah yang sebanding dengan kebutuhan tersebut.

"Jika setiap lingkungan memiliki satu unit becak sampah, maka pengangkutan sampah dari rumah warga ke tempat penampungan sementara dapat berjalan lebih efektif," ujarnya.

Baca Juga:
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak bersama anggota komisi lainnya. Hadir pula Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana Girsang beserta jajaran.

Antonius menilai penguatan armada pengangkut sampah perlu dilakukan seiring rencana penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kota Medan. Becak sampah dinilai berperan penting dalam mendukung pengangkutan dari sumber sampah di tingkat lingkungan menuju tempat penampungan sementara atau fasilitas pengolahan.

Selain itu, ia menyinggung rencana kerja sama Pemerintah Kota Medan dengan pemerintah pusat dan pihak ketiga dalam program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy. Menurutnya, kesiapan sistem pengangkutan dari hulu hingga hilir menjadi faktor krusial agar program tersebut dapat berjalan optimal.

"Jika pengolahan sampah menjadi energi sudah direncanakan, maka sistem dari hulu hingga hilir harus dipersiapkan dengan baik," tegasnya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru