Terungkap! Remaja 13 Tahun di Badiri Diduga Dicabuli Kakek Tiri Sejak Kelas V SD
Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan
Daerah
PALUTA | Jelajahnews.id - Upaya penyelesaian sengketa lahan di Kabupaten Padang Lawas Utara terus didorong secara terukur dan berbasis aturan hukum.
Baca Juga:
Hal ini ditegaskan Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang digelar di Aula Kantor Bupati Paluta, Selasa (28/04/2026).
Rapat yang berlangsung pada pagi hari itu membahas berbagai konflik agraria antara masyarakat dengan sejumlah perusahaan, seperti PT Toba Pulp Lestari (TPL), PT Hutan Barumun Perkasa (HBP), PT Putra Lika Perkasa (PLP), dan PT Hexasawita.
Meski beberapa perusahaan telah dicabut izin operasionalnya oleh pemerintah pusat melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), namun di lapangan masih ditemukan klaim tumpang tindih lahan.
Kapolres menegaskan, Polri mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam mencari solusi terbaik.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemda, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menyelesaikan konflik yang ada.
"Pada prinsipnya, kami mendukung penuh apa yang dilaksanakan Pemda Paluta," ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Yon Edi mengingatkan agar pemerintah daerah aktif memfasilitasi aspirasi masyarakat melalui GTRA, dengan tetap memperhatikan batas kewenangan masing-masing instansi.
Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap proses hukum, khususnya terkait pencabutan izin perusahaan oleh pemerintah pusat.
Sementara itu, Bupati Paluta Reski Basyah Harahap menyampaikan bahwa GTRA akan terus bekerja secara bertahap dan terkoordinasi guna menyelesaikan persoalan agraria.
"Melalui rapat ini diharapkan dapat melahirkan solusi terbaik bagi semua pihak," ungkapnya.
Dari sisi hukum, Kajari Paluta Dadi Wahyudi menegaskan bahwa seluruh pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, termasuk sejumlah perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Kajari Paluta mengingatkan pentingnya legal standing dalam setiap klaim yang diajukan.
Dalam forum tersebut, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kejelasan status lahan, termasuk klaim atas ratusan hektare yang diduga berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.
Rapat kemudian menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya penjadwalan ulang pembahasan khusus dengan PT Hexasawita serta tindak lanjut GTRA Paluta untuk menyampaikan hasil rapat ke tingkat provinsi dan Satgas PKH. (JN-Irul)
Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan
Daerah
Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., mengaku masih men
Politik
Advokat Benri Pakpahan, SH, MH, selaku penasihat hukum Kornauli Sinaga alias Nai Polman, mengapresiasi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)
Hukrim
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian
Daerah
Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan suasana pembinaan yang humanis di balik jeruji besi.
Daerah
Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Wilayah Sumatera Utara menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan mengundang ustaz
Ragam
Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Lingkungan Layanglayang, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, S
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mendukung implementasi Layanan Perintis 10 Hari.
Daerah
Setelah hampir dua pekan tidak diketahui keberadaannya, AJN (27), warga Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Suma
Daerah
Seorang Bayi perempuan berusia sekitar tiga bulan ditemukan warga di pinggir jalan Kelurahan Sipange, Tapteng, Jumat (9/10/2026) pagi.
Daerah