Rabu, 29 April 2026 WIB

Komisi II DPRD Medan Soroti Anggaran Ramadhan Fair 2026 Hampir Rp3 Miliar

editor - Selasa, 24 Februari 2026 00:08 WIB
Komisi II DPRD Medan Soroti Anggaran Ramadhan Fair 2026 Hampir Rp3 Miliar
Ketua Komisi II DPRD Kota Medan H. Kasman Bin Marasakti Lubis

MEDAN -Ketua Komisi II DPRD Kota Medan H. Kasman Bin Marasakti Lubis, menyoroti pelaksanaan Ramadhan Fair XX Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan dengan total anggaran hampir Rp3 miliar.

Ia menilai kegiatan tersebut pada prinsipnya merupakan program positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), selama bulan suci Ramadan.

Pernyataan itu disampaikan Kasman kepada wartawan pada Selasa (24/2/2026). Menurutnya, Ramadhan Fair sebagai agenda tahunan di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki potensi besar dalam meningkatkan perputaran ekonomi serta memperkuat syiar Islam di Kota Medan.

"Ramadhan Fair merupakan kegiatan yang baik untuk mendorong perputaran ekonomi UMKM dan memperkuat syiar Islam. Namun, dengan anggaran yang mencapai hampir Rp3 miliar, penggunaannya harus dipastikan transparan, efektif, dan benar-benar memberikan dampak nyata," ujar Kasman.

Ia menegaskan bahwa DPRD, khususnya Komisi II, akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Pengawasan itu mencakup proses pelibatan pelaku UMKM dari 21 kecamatan di Kota Medan agar berlangsung secara adil dan proporsional.

"Kita ingin memastikan pelaku UMKM yang dilibatkan benar-benar merasakan manfaat, bukan hanya sebatas kegiatan seremonial. Evaluasi perlu dilakukan, baik dari sisi peningkatan omzet, pemberdayaan usaha, maupun keberlanjutan setelah kegiatan berakhir," tegas politisi tersebut.

Selain itu, Kasman meminta seluruh rincian anggaran Ramadhan Fair yang telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat. Menurutnya, transparansi merupakan kunci dalam pengelolaan program yang menggunakan dana publik.

"Karena kegiatan ini menggunakan uang rakyat, maka masyarakat berhak mengetahui secara detail peruntukannya. Kami mendukung program ini, tetapi pengawasan harus tetap maksimal," katanya.

Kasman berharap Ramadhan Fair tahun ini tidak hanya menjadi agenda hiburan dan seremonial semata, melainkan mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Ia juga menilai, jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, Ramadhan Fair berpotensi menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi di Kota Medan. Namun, ia menekankan bahwa kualitas pelaksanaan kegiatan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.

Dengan pengawasan yang ketat dan pelaksanaan yang transparan, DPRD Kota Medan optimistis Ramadhan Fair 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Kota Medan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya berbasis nilai keagamaan.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru