Antonius Tumanggor Serap Aspirasi Warga Helvetia, Banjir dan Kenaikan PBB Jadi Sorotan
Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor, S. Sos menggelar kegiatan reses VI menyerap aspirasi masyarakat di Jalan Palem Raya, Kecamatan
Politik
P.SIDIMPUAN| Jelajahnews.id - Sikap tidak ramah yang ditunjukkan oknum staf di ruang IGD RSUD Metta Medika Padangsidimpuan menuai sorotan tajam, Rabu (22/04/26).
Perilaku tersebut dinilai bukan sekadar persoalan etika komunikasi, tetapi berpotensi merusak citra rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, terlebih saat berhadapan dengan pasien dalam kondisi darurat.
Menantu Maspardin Sinaga yang ingin berobat mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi saat ia membawa ayahnya ke IGD dalam kondisi sesak napas berat.
Baca Juga:
Setibanya di lokasi, pihak keluarga berharap adanya penanganan cepat, setidaknya tindakan medis awal untuk meredakan kondisi pasien.
Namun, harapan itu pupus ketika seorang staf IGD berinisial B yang disebut bernama Berlis menyampaikan bahwa ruang IGD dalam kondisi penuh dan tidak tersedia bed untuk pasien.
Bukannya memberikan alternatif penanganan awal, keluarga justru diarahkan untuk membawa pasien ke rumah sakit lain.
Menantu Maspardin mengaku sempat meminta agar ayahnya diberikan tindakan awal seperti terapi uap guna meredakan sesak napas.
Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak. Situasi semakin memanas ketika oknum staf tersebut menyampaikan penjelasan dengan nada tinggi di hadapan pasien lain.
"Bed-nya sudah penuh, bapak berobat saja ke rumah sakit lain. Tidak bisa ditangani kalau tidak ada tempat.
Saya tidak takut sama Direktur, memang begitu aturannya," ucap oknum tersebut lantang, sebagaimana ditirukan pihak keluarga.
Merasa kecewa dan tidak mendapatkan pelayanan yang layak, keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien ke rumah sakit lain.
Pernyataan Pihak Rumah Sakit
Menanggapi kejadian tersebut, pihak rumah sakit melalui Customer Service, Dinda Lestari Harhap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sikap pegawai yang dinilai tidak pantas.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya disampaikan dengan komunikasi yang baik, ramah, dan tidak menggunakan nada tinggi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi di hadapan pasien lain.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Oknum pegawai tersebut akan kami proses secara internal dan menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depan," ujar boru Harahap.
Dinda juga menyebutkan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan pembinaan terhadap pegawai agar kejadian serupa tidak terulang, serta memastikan setiap pasien tetap mendapatkan penjelasan yang manusiawi dalam kondisi apa pun.
Sementara itu, Direktur Sri Rezki Lubis diharapkan dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien gawat darurat, khususnya dalam kondisi keterbatasan fasilitas.
Meski pihak rumah sakit melalui RSUD Metta Medika Padangsidimpuan telah menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar masyarakat yang ingin berobat kembali datang dengan jaminan akan ditangani secara baik, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk tanggung jawab awal dari manajemen.
Namun demikian, publik menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Sikap pelayanan yang dinilai tidak ramah, khususnya di ruang IGD, menjadi sorotan serius karena berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Metta Medika Padangsidimpuan.
Sikap arogan dan minim empati di ruang IGD justru menjadi ancaman serius terhadap kepercayaan masyarakat.
Dalam situasi darurat, pasien tidak hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga ketenangan dan rasa dihargai. Ketika komunikasi dilakukan dengan nada tinggi dan tanpa empati, maka yang tercoreng bukan hanya individu, melainkan nama besar RSUD Metta Medika Padangsidimpuan itu sendiri.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa profesionalisme tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan medis, tetapi juga dari sikap dan etika dalam melayani.
Evaluasi menyeluruh terhadap oknum staf, termasuk penguatan pengawasan dan standar pelayanan, dinilai mendesak agar citra rumah sakit tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat tidak runtuh. (JN-Parlindungan)
Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor, S. Sos menggelar kegiatan reses VI menyerap aspirasi masyarakat di Jalan Palem Raya, Kecamatan
Politik
PT Agincourt Resources kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan menyalurkan Beasiswa M
Daerah
Menjelang pelaksanaan Salat Jumat, suasana di Jalan Sudirman, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, tampak berbeda dari biasanya.
Daerah
Komitmen menghadirkan kepastian hukum bagi aset keagamaan terus diperkuat Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Upaya dugaan pengiriman narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dari Kota Tanjungbalai menuju Kota Padangsidimpuan berhasil digagalkan Satuan R
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah bagi ma
Daerah
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky, S.H., S.I.K., M.H. menerima kunjungan silaturahmi Komandan Batalyon (Danyon) C Brimob Polda
Daerah
Komitmen memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf terus diperkuat Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Proyek Pembangunan/Rehabilitasi Jaringan Irigasi Saba Julu Lobu Layan Sigordang, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel
Daerah