"Karena kegiatan ini menggunakan uang rakyat, maka masyarakat berhak mengetahui secara detail peruntukannya. Kami mendukung program ini, tetapi pengawasan harus tetap maksimal," katanya.
Kasman berharap Ramadhan Fair tahun ini tidak hanya menjadi agenda hiburan dan seremonial semata, melainkan mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Ia juga menilai, jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, Ramadhan Fair berpotensi menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi di Kota Medan. Namun, ia menekankan bahwa kualitas pelaksanaan kegiatan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.
Dengan pengawasan yang ketat dan pelaksanaan yang transparan, DPRD Kota Medan optimistis Ramadhan Fair 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Kota Medan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya berbasis nilai keagamaan.(jns)