Rabu, 29 April 2026 WIB

Komisi IV DPRD Medan Rekomendasikan Penyegelan Ruko Tanpa PBG di Medan Johor

editor - Selasa, 27 Januari 2026 00:30 WIB
Komisi IV DPRD Medan Rekomendasikan Penyegelan Ruko Tanpa PBG di Medan Johor
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar, Selasa (27/1/2026).

MEDAN -Komisi IV DPRD Kota Medan mengambil langkah tegas dengan merekomendasikan penyegelan bangunan rumah toko (ruko) yang diduga tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Jalan Brigjen Zein Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Rekomendasi tersebut dikeluarkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar, Selasa (27/1/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak menyatakan, rekomendasi penyegelan ditujukan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar segera menghentikan aktivitas pembangunan yang dikelola atas nama Michael Chandra, pengusaha yang dikenal sebagai pemilik Michael Audio.

"Kami sepakat merekomendasikan penyegelan bangunan dimaksud untuk dilaksanakan secepatnya oleh Satpol PP Pemko Medan," ujar Paul dalam rapat tersebut.

Baca Juga:
Rapat berlangsung dinamis dan dihadiri sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi IV Edwin Sugesti dan Antonius Tumanggor. Turut hadir Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan Suwarno, S.E., M.M., bersama jajaran pengurus organisasi tersebut. Kehadiran mereka dalam forum RDP bertujuan mendampingi Muklis, S.H., yang mewakili warga Lingkungan VII Kelurahan Titi Kuning.

Selain itu, pemilik bangunan Michael Chandra juga hadir bersama perwakilan kelurahan, kecamatan, Satpol PP, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.

Dalam rapat, Suwarno dan Muklis menyampaikan keberatan warga atas kelanjutan pembangunan meskipun sebelumnya Satpol PP telah dua kali melakukan tindakan fisik berupa pembobolan dinding sebagai peringatan. Mereka menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya penegakan aturan.

"Bagaimana mungkin bangunan yang sudah dibobol petugas masih terus dibangun seolah-olah tidak ada masalah? Ini menyangkut wibawa pemerintah," kata Suwarno.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru