Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Rico Waas Ajak Warga Jaga Toleransi, Harmoni Jadi Fondasi Pembangunan Kota Medan

editor - Jumat, 10 Juli 2026 15:38 WIB
Rico Waas Ajak Warga Jaga Toleransi, Harmoni Jadi Fondasi Pembangunan Kota Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa toleransi dan keberagaman merupakan modal sosial yang harus terus dijaga untuk mendukung pembangunan Kota Medan. Menurutnya, harmoni antarmasyarakat tidak hanya menciptakan kehidupan yang damai, tetapi juga menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Sosialisasi Pengukuran E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Kota Medan di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (10/7/2026).

Dalam sambutannya, Rico mengatakan Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Kondisi tersebut juga tercermin di Kota Medan yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan masyarakat multietnis sehingga sering disebut sebagai miniatur Indonesia.

Baca Juga:
Untuk menggambarkan pentingnya keberagaman, Rico mengibaratkan Kota Medan seperti sebuah taman yang dipenuhi berbagai jenis bunga dengan warna dan bentuk yang berbeda.

"Bayangkan kalau sebuah taman hanya punya satu bunga yang sama dari ujung ke ujung. Awalnya mungkin indah, tetapi lama-kelamaan kita akan bosan. Namun, jika taman itu memiliki beragam bunga dengan warna dan tekstur yang berbeda, di situlah tercipta harmoni yang indah untuk dinikmati," ujar Rico Waas.

Menurutnya, sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan telah diajarkan sejak dini melalui pendidikan. Namun, nilai-nilai tersebut harus terus dipelihara agar tidak luntur di tengah perkembangan zaman.

Rico menekankan pentingnya menanamkan semangat toleransi kepada generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, agar mampu memandang keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber perbedaan yang memecah belah.

"Kita hari ini mungkin sepakat di dalam ruangan ini, tetapi kita harus melihat bagaimana dengan Generasi Z dan Generasi Alpha. Kita harus melakukan transfer pengetahuan kepada anak-anak kita agar perbedaan ini tidak menjadi pembatas, melainkan menjadi kekuatan yang memajukan ekonomi dan pembangunan kota ke depannya," tegasnya.

Ia juga mengajak para camat, tokoh masyarakat, dan seluruh peserta sosialisasi untuk menjadi agen harmoni dengan menyosialisasikan pelaksanaan e-survei Indeks Harmoni Indonesia secara lebih luas di wilayah masing-masing.

Rico menegaskan bahwa semangat "Medan untuk Semua dan Semua untuk Medan" harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penghormatan terhadap seluruh suku, agama, ras, dan budaya yang hidup berdampingan di Kota Medan.

"Mari terus kita jaga harmonisasi ini. Perbedaan yang ada bukan menjadi problem, tetapi justru harus dijadikan kekuatan untuk kita membangun bersama Kota Medan," ajaknya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Andi Mario Siregar menjelaskan bahwa pengukuran Indeks Harmoni Indonesia dilaksanakan di 19 provinsi, termasuk Sumatera Utara.

Menurutnya, antusiasme masyarakat Kota Medan dalam mengikuti e-survei sangat tinggi. Hingga pukul 08.00 WIB pada hari pelaksanaan, jumlah responden telah mencapai 2.020 orang, melampaui target yang telah ditetapkan.

"Harapan kita ke depan adalah sebaran data yang semakin merata di seluruh wilayah Kota Medan," ujar Andi Mario.

Ia menjelaskan bahwa hasil e-survei akan digunakan untuk memperoleh gambaran tingkat harmoni masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data yang mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman. Selain itu, survei tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerukunan demi menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 10, 13, dan 14 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru