Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB

Petani Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Sawah, Sempat Muntah Usai Makan Kacang

Irul Daulay - Sabtu, 22 Agustus 2026 11:39 WIB
Petani Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Sawah, Sempat Muntah Usai Makan Kacang
Foto: Petugas mengevakuasi jenazah seorang petani berinisial IEH (48) yang ditemukan meninggal dunia di saluran pengairan sawah di Desa Pangaribuan, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (20/8/2026).

TAPSEL | Jelajahnews.id - Seorang petani berinisial IEH (48) ditemukan tak bernyawa di saluran pengairan sawah di Desa Pangaribuan, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (20/8/2026) siang.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu ditemukan dalam posisi telungkup dan tersangkut di saluran pengairan di areal persawahan miliknya.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan IPTU BD Sitorus, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, ada penemuan seorang laki-laki dewasa yang meninggal dunia di saluran pengairan sawah di Desa Pangaribuan," ujar Sitorus, melalui Kasi Humas, AKP Ida Meri, S.H Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sitorus menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat beristirahat di sebuah gubuk yang berada di sekitar persawahan.

Saat itu, korban bersama seorang saksi berinisial IMS (16).

Menurut keterangan saksi, korban sempat muntah sebanyak dua kali setelah mengonsumsi kacang.

"Setelah itu, korban meninggalkan gubuk dengan berjalan menuju sepeda motor yang diparkir di tepi sawah," kata Sitorus.

Sekitar satu jam kemudian, korban ditemukan berada di saluran pengairan sawah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Informasi mengenai penemuan korban pertama kali diterima Kapolsek Batang Angkola AKP Saiful Syam dari Kepala Desa Pangaribuan, Rizal Pohan.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Batang Angkola memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Gustra Yadi bersama Kaur Identifikasi AIPTU Irawadi dan sejumlah personel menuju lokasi.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Pintu Padang untuk menjalani pemeriksaan dan visum luar.

Setelah pemeriksaan medis selesai, keluarga korban menyatakan tidak bersedia jenazah IEH diautopsi.

"Setelah pemeriksaan dan visum luar selesai, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka," kata Sitorus.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru