Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks seiring adanya kebijakan efisiensi anggaran serta berkurangnya bantuan keuangan dari pemerintah pusat pada tahun 2026.
"Pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan harus tetap menjadi perhatian. Masyarakat harus tetap merasakan kehadiran pemerintah meskipun dengan anggaran yang terbatas," kata Sarhockel.
Dukungan terhadap penyusunan perencanaan pembangunan yang matang juga disampaikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni Polres Samosir dan Kodim 0210/TU. Keduanya berharap program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata, memaparkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Samosir Tahun 2027.
Menurut Rajoki, terdapat empat fokus utama pembangunan yang akan menjadi prioritas pemerintah daerah, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, akselerasi pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi sumber daya alam, peningkatan layanan infrastruktur yang berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan dan optimalisasi pendapatan daerah.