"Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Dari kawasan Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo, hingga kota-kota besar, semuanya terhubung dalam satu semangat promosi bersama," katanya.
Berbagai agenda yang masuk dalam kalender event tahun 2026 mencakup festival budaya dan tradisi, pesta rakyat, karnaval seni, sport tourism (wisata olahraga), festival musik, kompetisi paduan suara, hingga kegiatan ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan itu, Surya mengingatkan seluruh daerah agar memperhatikan tiga aspek utama dalam mendukung sektor pariwisata, yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur.
"Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya meriah, tetapi karena mereka merasa nyaman," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menjelaskan bahwa Calendar of Event 2026 disusun untuk memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan wisatawan, serta mendorong peningkatan pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Dari total 51 event yang diajukan oleh 33 kabupaten/kota, sebanyak 36 event terpilih sebagai agenda unggulan setelah melalui proses kurasi. Enam di antaranya berhasil masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.