TAPSEL | Jelajahnews.id - Unggahan keluhan seorang warganet di media sosial TikTok terkait pengalaman persalinan di RSUD Kabupaten Tapanuli Selatan (RSUD Sipirok) menjadi perhatian publik, Kamis (22/10/26).
Baca Juga:
Dalam unggahannya, warganet tersebut menceritakan ketidaknyamanan saat pemasangan kateter, kondisi darurat ketika menjalani operasi persalinan, hingga bayinya yang sempat dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sebelum dirujuk ke Medan.
Keluhan tersebut turut menyoroti pengalaman pasien selama mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan itu.
Menanggapi persoalan tersebut, Direktur RSUD Sipirok, dr. Dian Aspasia Limbong, meminta pasien yang merasa tidak puas terhadap pelayanan rumah sakit agar menyampaikan pengaduan melalui petugas pengaduan resmi.
"Untuk pasien yang ada keluhan tentang pelayanan di rumah sakit, pasien tersebut bisa melakukan pengaduan ke petugas pengaduan di rumah sakit agar bisa kami tindak lanjuti sebagai perbaikan pelayanan kami," kata Dian saat dikonfirmasi.
Pasien Mengaku Tidak Nyaman Saat Pemasangan Kateter
Dalam komentar yang beredar di TikTok, seorang warganet dengan akun nopipohan mengaku mengalami ketidaknyamanan ketika menjalani pemasangan kateter menjelang operasi persalinan.
Warganet tersebut juga menceritakan bahwa dirinya mengalami kepanikan dan kondisi darurat saat berada di ruang operasi.
Ia menyebut bayinya lahir tanpa menangis dan harus menjalani perawatan di NICU selama lima hari sebelum akhirnya dirujuk ke Medan.
Dalam unggahan yang sama, warganet itu turut menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan yang diterimanya, termasuk komunikasi dengan tenaga medis dan proses rujukan bayinya.
Meski demikian, kronologi yang disampaikan dalam media sosial tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak rumah sakit.
Belum tersedia penjelasan medis terperinci yang dapat memastikan rangkaian kejadian maupun alasan klinis di balik setiap tindakan yang disebutkan dalam unggahan.
Direktur Minta Keluhan Disampaikan Melalui Jalur Resmi
Dian menyatakan bahwa pengaduan pasien dapat menjadi bahan tindak lanjut untuk memperbaiki pelayanan rumah sakit.
Namun, tanggapan yang disampaikan kepada media tersebut belum menjelaskan secara terperinci apakah pihak rumah sakit telah mengidentifikasi pengaduan yang viral itu, melakukan penelusuran internal, atau mengevaluasi tindakan medis yang dikeluhkan.
Penjelasan mengenai standar operasional prosedur pemasangan kateter, penanganan nyeri dan kenyamanan pasien, serta kronologi pelayanan persalinan dan rujukan bayi masih diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Verifikasi terhadap kasus tersebut perlu dilakukan melalui mekanisme yang sah dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pasien dan rekam medisnya.
Transparansi dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
Viralnya keluhan di media sosial kembali menempatkan mutu pelayanan kesehatan sebagai perhatian masyarakat. Dalam pelayanan rumah sakit, pasien tidak hanya membutuhkan tindakan medis sesuai kebutuhan klinis, tetapi juga komunikasi yang jelas, perlakuan profesional, serta penanganan keluhan yang responsif.
Karena itu, tindak lanjut yang transparan dan berbasis fakta diharapkan dapat menjawab pertanyaan publik sekaligus menjadi bahan evaluasi apabila ditemukan kekurangan dalam pelayanan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan terperinci dari pihak RSUD Sipirok mengenai kronologi kasus yang diunggah di TikTok maupun hasil evaluasi internal atas keluhan tersebut. (JN-Irul)