Rabu, 21 Oktober 2026 WIB

Rp2,23 Miliar untuk Gedung Cathlab RSUD P.Sidimpuan, Progres dan Pengawasan Dipertanyakan

Irul Daulay - Rabu, 21 Oktober 2026 10:36 WIB
Rp2,23 Miliar untuk Gedung Cathlab RSUD P.Sidimpuan, Progres dan Pengawasan Dipertanyakan
Foto 2: Kondisi bangunan proyek pembangunan gedung Cathlab dan sarana pendukungnya di RSUD Kota Padangsidimpuan saat didokumentasikan pada 15 Oktober 2026.

P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Proyek pembangunan gedung ruangan Cathlab dan sarana pendukungnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan dengan nilai kontrak Rp2,23 miliar menuai sorotan.

Transparansi penggunaan anggaran, progres fisik pekerjaan, hingga pengawasan proyek menjadi sejumlah hal yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Berdasarkan papan informasi proyek yang didokumentasikan pada Kamis (15/10/2026), pembangunan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.234.872.779,00 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Proyek Tahun Anggaran 2026 itu tercantum dikerjakan oleh PT Madisa Konstruksi Jaya dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.

Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut semestinya diikuti dengan keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan.

Publik berhak mengetahui sejauh mana progres pembangunan, bagaimana pengawasan dilakukan, serta apakah pekerjaan berjalan sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan.

Anggaran Miliaran Rupiah, Progres Pekerjaan Perlu Dibuka

Dokumentasi lapangan pada 15 Oktober 2026 memperlihatkan bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Namun, kondisi visual tersebut belum cukup untuk menyimpulkan apakah pekerjaan berjalan sesuai jadwal atau mengalami keterlambatan.

Sejumlah pertanyaan pun perlu dijawab oleh pihak terkait. Berapa persentase progres fisik pekerjaan saat ini? Kapan kontrak mulai berlaku dan kapan batas akhir pengerjaannya? Apakah progres aktual telah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dalam kontrak?

Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menilai pelaksanaan proyek berdasarkan data, bukan sekadar melihat kondisi bangunan dari luar.

Tanpa penjelasan mengenai progres fisik, realisasi anggaran, dan jadwal pekerjaan, publik akan kesulitan mengukur sejauh mana pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah itu telah memenuhi target yang direncanakan.

Bukan Sekadar Bangunan, Mutu dan Fungsi Cathlab Harus Terjamin

Pembangunan ruangan Cathlab bukan sekadar mendirikan bangunan fisik. Fasilitas ini digunakan untuk prosedur diagnostik dan intervensi medis tertentu, terutama yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, kualitas konstruksi, kesesuaian spesifikasi teknis, kesiapan sarana pendukung, serta pemenuhan persyaratan keselamatan dan pelayanan medis harus menjadi perhatian utama.

Pihak rumah sakit dan instansi terkait perlu menjelaskan mekanisme pengawasan mutu pekerjaan, identitas konsultan pengawas, serta tahapan pemeriksaan sebelum bangunan dinyatakan selesai dan siap digunakan.

Jangan sampai perhatian hanya tertuju pada penyelesaian fisik bangunan, sementara kesiapan fasilitas dan manfaatnya bagi pelayanan kesehatan masyarakat belum mendapatkan penjelasan yang memadai.

Masyarakat tentu berharap pembangunan tersebut benar-benar mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Padangsidimpuan, bukan sekadar menyelesaikan proyek secara administratif.

Direktur RSUD Belum Berhasil Dikonfirmasi

Upaya konfirmasi kepada Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan, drg. Susanti Lubis, M.K.M., disebut telah dilakukan awak media dengan mendatangi kantornya. Namun, bersangkutan tidak berada di tempat saat kunjungan tersebut.

Awak media juga menyebut telah berupaya menghubungi Direktur RSUD melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon.

Akan tetapi, hingga berita ini disusun, konfirmasi belum diperoleh. Awak media turut menyatakan bahwa nomor teleponnya telah diblokir.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pertanyaan terkait progres pekerjaan dan pengawasan proyek belum mendapatkan jawaban langsung dari pihak direktur rumah sakit.

Meski demikian, belum diperolehnya konfirmasi tidak serta-merta membuktikan adanya persoalan dalam pelaksanaan proyek. Klarifikasi dari pihak RSUD tetap diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat lengkap dan berimbang.

Dinas Kesehatan dan Kontraktor Dituntut Transparan

Selain pihak RSUD, Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, pejabat pembuat komitmen (PPK), konsultan pengawas, dan PT Madisa Konstruksi Jaya perlu memberikan penjelasan mengenai perkembangan pekerjaan tersebut.

Keterangan mengenai progres fisik, jadwal penyelesaian, pengawasan mutu, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak menjadi informasi penting yang layak diketahui masyarakat.

Apabila pekerjaan berjalan sesuai rencana, data dan dokumen pendukung dapat menjelaskan kondisi sebenarnya. Jika terdapat kendala, pihak terkait juga perlu menyampaikan penyebab dan langkah penanganannya secara terbuka.

Transparansi bukan sekadar formalitas pemasangan papan informasi proyek. Akuntabilitas juga menuntut adanya penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan dan hasil yang diperoleh dari penggunaan anggaran publik.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan terverifikasi mengenai persentase progres fisik, realisasi keuangan, maupun hasil pengawasan proyek tersebut. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru