Rabu, 12 Agustus 2026 WIB

Risiko Sudah Terpetakan, Medan Masih Banjir: Pengamat Desak Rico Waas Evaluasi BPBD Medan

editor - Rabu, 12 Agustus 2026 16:48 WIB
Risiko Sudah Terpetakan, Medan Masih Banjir: Pengamat Desak Rico Waas Evaluasi BPBD Medan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yunita Sari dan

MEDAN - Pengamat Komunikasi dan Kebijakan Publik, Dr Fakhrur Rozi mengatakan Pemerintah Kota Medan perlu mengevaluasi serius kinerja Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yunita Sari dan jajaran dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kembali berpotensi terjadi di kota ini.

Banjir besar pada akhir 2025 menjadi alarm keras bagi Pemko Medan. Pada 27 November 2025, banjir melanda hampir seluruh kecamatan di Kota Medan. Hingga 29 November, sebanyak 85.591 warga mengungsi dari 514 titik banjir ke 305 lokasi pengungsian.

Memasuki 2026, persoalan tersebut belum selesai. Pada 5 Juni 2026, banjir kembali melanda sejumlah wilayah Medan. Data BNPB mencatat 2.183 kepala keluarga atau 6.860 jiwa terdampak dan 1.992 rumah terkena dampak.

Baca Juga:
"Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa banjir bukan lagi kejadian insidental bagi Medan. Ini risiko perkotaan yang harus dihadapi secara sistematis. Apalagi sejak tadi malam Medan diguyur hujan deras," kata Fakhrur Rozi, Rabu (12/8/2026).

Dia menilai kondisi tersebut akan membuat Wali Kota Medan Rico Waas melakukan evaluasi keras terhadap kesiapsiagaan BPBD.

"BPBD harus dicambuk. Dalam arti untuk memaksa organisasi ini bergerak lebih cepat, lebih terukur dan lebih siap menghadapi risiko yang sudah berulang," kata Rozi.

Menurut Rozi, BPBD Medan secara berkala menyampaikan peringatan mengenai ancaman hidrometeorologi dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Halaman:
Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru