Senin, 10 Agustus 2026 WIB

Aspal Retak di Proyek Rp2,4 Miliar, Jalan Balakka-Sipunggur Diduga Di-mark-up

Irul Daulay - Senin, 10 Agustus 2026 09:59 WIB
Aspal Retak di Proyek Rp2,4 Miliar, Jalan Balakka-Sipunggur Diduga Di-mark-up
Foto: Kondisi Jalan Balakka-Sipunggur yang tampak retak dan bergelombang, meski proyek bernilai Rp2,4 miliar tersebut belum lama dikerjakan.

P.SIDIMPUAN, Jelajahnews.id -Proyek Rehabilitasi Jalan Balakka-Sipunggur, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, diduga mengalami mark-up.

Dugaan mencuat setelah ditemukan kejanggalan pada proyek Rp2,405 miliar, mulai dari jalan bergelombang dan retak hingga ketebalan aspal yang diduga tak sesuai spesifikasi. Temuan ini menjadi sorotan, Senin (10/8/2026).

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan permukaan jalan di sejumlah titik tampak bergelombang dan retak. Selain retak memanjang, terlihat pula keretakan menyerupai kulit buaya serta pengelupasan pada lapisan aspal.

Kondisi lainnya yang menjadi perhatian adalah ketebalan lapisan aspal yang terlihat tidak merata di beberapa bagian.

Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana dipersyaratkan dalam kontrak.

Namun, untuk memastikan dugaan tersebut, diperlukan pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang, termasuk pengukuran ketebalan lapisan dan pengujian mutu konstruksi.

Proyek tersebut berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Padangsidimpuan. Berdasarkan data yang dihimpun, paket pekerjaan memiliki pagu Rp2.405.000.000 dengan HPS Rp2.402.500.000.

Masa kontrak pekerjaan tercatat berlangsung mulai 28 Oktober 2025 hingga 4 November 2025.

Bukan Hanya Soal Jalan Retak

Persoalan proyek ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan.

Data pengadaan yang dihimpun Jelajahnews.id juga memunculkan pertanyaan mengenai proses penetapan perusahaan pemenang proyek.

Paket pekerjaan tersebut tercatat dimenangkan oleh CV Rangga Maha Karya. Namun, berdasarkan daftar peserta yang beredar, muncul dugaan perusahaan tersebut tidak tercantum sebagai peserta yang memasukkan penawaran pada tahapan lelang.

Perbedaan data tersebut masih membutuhkan penjelasan resmi dari Pokja Pemilihan maupun Dinas PUPR Kota Padangsidimpuan.

Akui Pernah Ada Temuan Mark-up, Pemilik CV Rangga Maha Karya Sebut Sudah Dikembalikan

Pemilik CV Rangga Maha Karya, Akbar Daulay, ketika dikonfirmasi mengakui pernah terdapat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkaitan dengan kelebihan pembayaran atau mark-up pada suatu proyek.

Menurut Akbar, temuan tersebut telah dikembalikan. Namun, dia tidak menjelaskan proyek yang dimaksud maupun jumlah uang yang dikembalikan.

Akbar juga menyebut pekerjaan Jalan Balakka-Sipunggur dikerjakan oleh seseorang bernama Fahri Siregar, yang dikenal dengan panggilan "Si Kabiro".

Fahri disebut berdomisili di wilayah Siborang, Kota Padangsidimpuan.

Akbar kemudian meminta agar wartawan mengonfirmasi langsung kepada Fahri dan memberikan nomor telepon/WhatsApp yang bersangkutan.

Jelajahnews.id telah menghubungi Fahri Siregar melalui nomor tersebut untuk meminta penjelasan mengenai keterlibatannya dalam pekerjaan proyek sekaligus kondisi jalan yang kini menjadi sorotan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Fahri belum memberikan tanggapan.

PUPR Belum Beri Penjelasan

Jelajahnews.id juga telah meminta konfirmasi kepada Dinas PUPR Kota Padangsidimpuan mengenai kondisi jalan yang ditemukan bergelombang dan retak, dugaan ketidaksesuaian ketebalan lapisan jalan dengan spesifikasi teknis, pengawasan pekerjaan, serta proses penetapan pemenang proyek.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PUPR Kota Padangsidimpuan.

Kerusakan pada jalan yang relatif baru selesai dikerjakan tersebut kini menjadi perhatian karena proyek menggunakan anggaran pemerintah lebih dari Rp2,4 miliar.

Pemeriksaan teknis dinilai penting untuk memastikan apakah kondisi fisik jalan tersebut telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat berharap pihak terkait mengambil langkah sesuai ketentuan, termasuk memastikan pekerjaan diperbaiki dan penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru