Hidup di Gubuk Tanpa Bagian Warisan, Adik Diduga Aniaya Abang hingga Tewas di Tapsel
Persoalan pembagian harta warisan keluarga diduga menjadi salah satu pemicu perselisihan dua saudara kandung di Desa Pinagar, Kecamatan Arse
Daerah
SIBOLGA | Jelajahnews.id - Niat awal hanya mencari tempat berlindung dari cuaca buruk justru membawa Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bertemu langsung dengan para nelayan tradisional.
Pertemuan tak sengaja itu terjadi di Pulau Talam, Perairan Tapanuli Tengah, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.
Saat itu, Akhmad Syukri bersama rombongan tengah memancing di sekitar kawasan Pulau Mursala. Namun, kondisi cuaca yang memburuk membuat rombongan memilih menepi dan berteduh di Pulau Talam.
Rombongan kemudian singgah di sebuah warung milik warga bernama Pak Zega. Kehadiran Wali Kota Sibolga di tengah aktivitas para nelayan tersebut sempat membuat warga terkejut.
Pasalnya, mereka tak menyangka sosok yang datang berteduh merupakan orang nomor satu di Kota Sibolga.
Namun, suasana segera mencair. Perbincangan berlangsung santai dan akrab, terlebih masyarakat mengetahui Akhmad Syukri dikenal memiliki hobi memancing dan cukup dekat dengan masyarakat.
Dari pertemuan sederhana tersebut, para nelayan kemudian memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi saat mencari ikan di laut.
Nelayan Keluhkan Kapal Jaring Hela
Salah seorang perwakilan nelayan, Gimar, menyampaikan keluhan terkait aktivitas kapal penangkap ikan yang menggunakan Jaring Hela Ikan Berkantong (JHIB).
Menurut Gimar, kapal-kapal tersebut disebut kerap memasuki wilayah yang menjadi zona tangkap nelayan tradisional.
Tak hanya mengganggu aktivitas nelayan kecil, keberadaan kapal tersebut juga dikeluhkan karena diduga menyebabkan sejumlah rumpon milik nelayan mengalami kerusakan.
Rumpon sengaja dipasang nelayan sebagai tempat berkumpulnya ikan sehingga keberadaannya sangat penting untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan.
"Sebagian besar rumpon yang kami tebar rusak. Satu unit rumpon biayanya sekitar Rp700 ribu. Kami mohon Pak Wali membantu menertibkan kapal jaring hela agar tidak masuk ke zona nelayan kecil," ujar Gimar.
Kerusakan rumpon, lanjutnya, menjadi beban tersendiri bagi nelayan tradisional. Mereka harus kembali mengeluarkan biaya untuk membuat dan memasang rumpon baru.
Para nelayan berharap pemerintah dapat mengambil langkah agar aktivitas kapal dengan alat tangkap tersebut tidak mengganggu wilayah tangkap nelayan kecil.
Minta Bantuan Pengadaan Rumpon
Selain mengeluhkan aktivitas kapal jaring hela, para nelayan juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Sibolga dapat membantu pengadaan rumpon.
Bantuan tersebut dinilai dapat membantu nelayan tradisional meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha mereka di tengah kondisi laut yang semakin menantang.
Meski Pulau Talam secara administratif berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, para nelayan tetap meminta Wali Kota Sibolga membantu menyampaikan aspirasi mereka kepada instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan di laut.
Wali Kota Janji Perjuangkan Aspirasi Nelayan
Mendengar keluhan tersebut, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri menyatakan prihatin dengan kondisi yang disampaikan para nelayan.
Ia menegaskan, sebagai kepala daerah, dirinya berkewajiban memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk para nelayan tradisional yang sebagian besar merupakan warga Kota Sibolga.
"Saya prihatin dengan kondisi ini. Bapak-bapak adalah nelayan kecil dan penduduk Kota Sibolga. Sebagai Wali Kota, aspirasi ini wajib saya perjuangkan," tegas Akhmad Syukri
Ia juga menyatakan siap membantu para nelayan dalam pembuatan maupun pengadaan rumpon.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi nelayan, terutama dalam meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan mereka.
Selain itu, Akhmad Syukri mengimbau kapal-kapal penangkap ikan yang menggunakan Jaring Hela Ikan Berkantong agar tidak memasuki wilayah tangkap nelayan kecil.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas penangkapan ikan tidak sampai merusak rumpon yang telah dipasang oleh nelayan tradisional.
Minta Pengawasan Diperketat
Akhmad Syukri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), untuk mendorong peningkatan pengawasan di wilayah perairan tersebut.
Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan aktivitas penangkapan ikan berlangsung sesuai ketentuan, termasuk berdasarkan zona tangkap dan jenis alat tangkap yang digunakan.
Pertemuan yang awalnya terjadi karena cuaca buruk itu pun berubah menjadi kesempatan bagi nelayan menyampaikan langsung persoalan mereka kepada kepala daerah.
Dari sebuah warung sederhana di Pulau Talam, aspirasi nelayan akhirnya sampai langsung ke telinga Wali Kota Sibolga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah maupun Sat Polairud Polres Tapanuli Tengah terkait pengawasan dan penertiban aktivitas kapal Jaring Hela Ikan Berkantong di wilayah tersebut. (JN-Hajrul/Abu)
Persoalan pembagian harta warisan keluarga diduga menjadi salah satu pemicu perselisihan dua saudara kandung di Desa Pinagar, Kecamatan Arse
Daerah
Niat awal hanya mencari tempat berlindung dari cuaca buruk justru membawa Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bertemu langsung den
Daerah
Seorang pria berinisial IG (39) ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menembak tetangganya, AG (40), hingga tewas menggunakan senapan
Daerah
Upaya dua pria menjual sepeda motor hasil curian di Kota Padangsidimpuan berakhir siasia. Sebelum sempat mendapatkan pembeli, keduanya lebi
Daerah
Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M., menegaskan komitmennya membangun sinergitas dengan insan pers sebagai mitra st
Daerah
TAPSEL Jelajahnews.id Misteri kematian bocah perempuan berusia enam tahun yang ditemukan tewas di dalam sumur di Desa Huta Holbung, Kecam
Daerah
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengungkapkan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruan
Daerah
Misteri kematian bocah perempuan berusia enam tahun yang ditemukan tak bernyawa di dalam sumur di salah satu desa di Kecamatan Angkola Muara
Daerah
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan menghadirkan terobosan baru dalam percepatan pembangunan infrastr
Daerah
petani berinisial SS (58), warga Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), meninggal dunia setelah diduga menjadi
Daerah