Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan Pemko Medan Pascabanjir, Rico Waas: Ini Wujud Solidaritas Kemanusiaan

editor - Kamis, 09 Juli 2026 15:41 WIB
Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan Pemko Medan Pascabanjir, Rico Waas: Ini Wujud Solidaritas Kemanusiaan
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi saat bersilaturahmi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Rumah Makan Pagi Sore, Jalan Kejaksaan, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (9/7/2026).

MEDAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan atas bantuan yang diberikan saat bencana banjir besar melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025. Ungkapan tersebut disampaikan langsung Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi saat bersilaturahmi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Rumah Makan Pagi Sore, Jalan Kejaksaan, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (9/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu menjadi simbol eratnya hubungan antardaerah yang dibangun atas dasar solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang datang secara khusus ke Medan untuk menyampaikan penghargaan atas dukungan yang diberikan Pemko Medan selama proses penanganan pascabencana.

Dalam sambutannya, Rico Waas mengenang situasi sulit yang terjadi pada akhir November 2025 ketika banjir besar juga melanda Kota Medan. Saat itu, sebanyak 19 dari 21 kecamatan terdampak banjir dengan sekitar 85.000 warga merasakan dampaknya.

Baca Juga:
Meski Medan tengah menghadapi bencana, Rico mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya membantu wilayah lain yang mengalami kondisi lebih berat, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang.

"Kami mendengar kabar bahwa kondisi di Aceh Tamiang sangat parah. Wilayahnya benar-benar terendam dan masyarakat, termasuk Pak Bupati, saat itu sangat membutuhkan bantuan," ujar Rico Waas.

Ia menjelaskan bahwa setelah menerima informasi mengenai kondisi Aceh Tamiang, Pemerintah Kota Medan segera mengirimkan bantuan berupa personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta alat berat dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi untuk membantu proses pembersihan dan pemulihan infrastruktur.

"Saat itu saya mengatakan, mari kita ke Tamiang. Apa yang paling dibutuhkan? Pembersihan. Maka personel pemadam kebakaran dan alat berat langsung kami kerahkan. Kami tidak mencari penghargaan atau balasan apa pun. Ini murni tentang kemanusiaan dan persahabatan," tegasnya.

Halaman:
Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru