Senin, 22 Juni 2026 WIB

Pemkab Samosir Siap Dukung Penuh SPPG, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Sumatera Utara

editor - Jumat, 06 Februari 2026 19:06 WIB
Pemkab Samosir Siap Dukung Penuh SPPG, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Sumatera Utara
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk,

MEDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pendirian dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengarahan dan evaluasi yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) bagi kepala satuan pelayanan, mitra, dan yayasan penyelenggara MBG di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Medan, Jumat (6/2/2026).

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pendirian dan penguatan SPPG guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.

"Pemerintah Kabupaten Samosir siap mendukung penuh pendirian dan operasional SPPG di wilayah kami untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan masa depan Samosir," tegas Ariston.

Baca Juga:
Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Pemkab Samosir akan memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani lokal sebagai pemasok bahan pangan.

"Kami mendorong pemanfaatan produk lokal agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan gizi yang baik dan ekonomi lokal yang bergerak, kami optimistis Samosir dapat berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa kunjungannya ke Sumatera Utara bertujuan memberikan arahan, evaluasi, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.

Sony menilai Program MBG memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyediaan makanan bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional karena menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor pertanian maupun UMKM.

"Program MBG adalah mesin yang menggerakkan roda ekonomi. Ada penyerapan tenaga kerja, pergerakan ekonomi petani, serta UMKM sebagai penyedia bahan pangan yang langsung diserap oleh SPPG," kata Sony.

Ia menambahkan, program tersebut juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi yang merata bagi seluruh anak Indonesia.

"Semua menikmati, baik yang miskin maupun kaya. MBG mengubah mindset bangsa tentang pentingnya gizi. Dengan gizi yang baik, anak-anak kita akan jauh lebih baik dari sekarang. Inilah yang dipikirkan Presiden dalam menyiapkan Generasi Emas 2045," ujarnya.

Sony juga menekankan pentingnya koordinasi dan kesamaan persepsi antara pengelola SPPG dan para mitra. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 22.800 unit SPPG untuk melayani penerima manfaat Program MBG.

Selain itu, ia mengingatkan perlunya pengelolaan limbah makanan secara baik agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Pemerintah daerah didorong untuk mengampanyekan pengolahan sisa makanan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrini, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan bahwa hingga awal Februari 2026 telah berdiri 941 unit SPPG di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 494 unit telah beroperasi.

Menurut Faisal, berbagai tantangan yang muncul pada tahap awal pelaksanaan program berhasil ditekan melalui pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara intensif.

"Puskesmas kita libatkan untuk pengecekan rutin dan pembinaan ke SPPG. Ini bagian dari kontrol. Sumatera Utara juga telah melakukan sertifikasi kepada penjamah makanan," jelasnya.

Faisal menegaskan Program MBG sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui semangat Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan. Program tersebut dinilai sebagai investasi sosial dan ekonomi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda, menekan angka stunting, mengurangi kemiskinan, serta menggerakkan ekonomi lokal.

Pemprov Sumut juga terus mendorong percepatan pembangunan SPPG, peningkatan keterlibatan masyarakat sebagai penyedia bahan pangan, dan pemenuhan standar kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.

"Kita ingin anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kelompok rentan tidak hanya kenyang, tetapi sehat dan berkembang optimal," pungkas Faisal.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru