Senin, 22 Juni 2026 WIB

Samosir Jadi Tuan Rumah Anugerah Desa Budaya Nasional 2025, Perkuat Posisi sebagai Pusat Pelestarian Budaya Batak

editor - Sabtu, 07 Februari 2026 18:41 WIB
Samosir Jadi Tuan Rumah Anugerah Desa Budaya Nasional 2025, Perkuat Posisi sebagai Pusat Pelestarian Budaya Batak
Pengumuman lima desa budaya terbaik dilakukan langsung di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, Jumat (7/2/2026).

SAMOSIR – Kabupaten Samosir dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Penganugerahan Desa Budaya Se-Indonesia Tahun 2025, sebuah ajang nasional yang memberikan apresiasi kepada desa-desa yang dinilai berhasil melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal. Pengumuman lima desa budaya terbaik dilakukan langsung di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, Jumat (7/2/2026).

Lima desa yang menerima penghargaan tersebut yakni Desa Cibaliung (Kabupaten Pandeglang, Banten), Desa Duarato (Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur), Desa Suak Timah (Kabupaten Aceh Barat, Aceh), Desa Tanjung Isuy (Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur), dan Desa Tebat Patah (Kabupaten Muaro Jambi, Jambi).

Penunjukan Kabupaten Samosir sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap komitmen daerah dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah bersama masyarakat dalam merawat nilai-nilai budaya yang tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

"Samosir memang kecil secara wilayah, tetapi dari sekian banyak daerah di Indonesia, Bapak Menteri memilih Samosir. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami," ujar Vandiko.

Menurutnya, kekuatan utama Kabupaten Samosir tidak hanya terletak pada keindahan alam Danau Toba, tetapi juga pada kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini.

Vandiko menegaskan bahwa Samosir memiliki posisi penting dalam sejarah dan peradaban Batak. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak, Raja Batak pertama kali turun ke dunia dari kawasan Gunung Pusuk Buhit yang berada di Kabupaten Samosir. Dari kawasan itulah peradaban Batak berkembang dan menyebar hingga berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara.

"Jika masih ada waktu, kami siap mendampingi Bapak dan Ibu sekalian melihat langsung bagaimana jejak peradaban Batak dari Gunung Pusuk Buhit," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Vandiko juga melaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir telah menetapkan sekitar 83 objek cagar budaya tingkat kabupaten dan terus melakukan proses kurasi agar sejumlah situs tersebut dapat ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya tingkat provinsi maupun nasional.

Selain itu, Kabupaten Samosir saat ini telah memiliki tiga desa wisata yang menjadi bagian dari pengembangan desa budaya berbasis masyarakat. Salah satunya adalah Huta Sinapuran yang menjadi lokasi pelaksanaan Anugerah Desa Budaya.

Vandiko juga meminta dukungan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat penulisan sejarah dan kebudayaan Batak secara komprehensif melalui penyusunan naskah akademik yang dapat menjadi referensi nasional.

"Kami berharap ke depan dapat dibantu agar penulisan tentang awal peradaban Batak di Indonesia dapat disusun dengan lebih kuat dan jelas. Ini adalah bagian dari identitas dan jati diri yang harus kita lestarikan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan lima desa budaya yang menerima penghargaan merupakan contoh keberhasilan pelestarian budaya yang dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan desa budaya memiliki peran penting sebagai penjaga keberlanjutan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.

"Budaya tidak akan pernah habis selama ada manusia. Mari menjadi penjaga budaya agar terus hidup dan berlanjut dari generasi ke generasi," kata Fadli.

Ia menambahkan bahwa budaya tidak hanya berkaitan dengan kesenian, tetapi juga mencakup bahasa, ekspresi budaya, kain tradisional, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat.

Fadli juga mengapresiasi kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Samosir, termasuk keberadaan Opera Batak, seni musik, paduan suara, serta berbagai situs budaya yang masih terjaga.

"Saya melihat banyak sekali kekayaan budaya yang luar biasa di Samosir. Dari 83 cagar budaya yang ada, banyak yang layak untuk dipercepat menjadi cagar budaya tingkat nasional," ujarnya.

Menteri Kebudayaan menegaskan komitmennya mendukung upaya pengembangan budaya Batak, termasuk penyusunan buku yang memuat sejarah dan kebudayaan Batak secara komprehensif.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru