Minggu, 21 Juni 2026 WIB

Wabup Samosir Pimpin Penanaman 3.450 Pohon di Lereng Pusuk Buhit, Perkuat Konservasi Kawasan Danau Toba

editor - Senin, 16 Februari 2026 17:09 WIB
Wabup Samosir Pimpin Penanaman 3.450 Pohon di Lereng Pusuk Buhit, Perkuat Konservasi Kawasan Danau Toba
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk memimpin kegiatan penanaman pohon di kawasan rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, Senin (16/2/2026)

SAMOSIR - Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk memimpin kegiatan penanaman pohon di kawasan rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, Senin (16/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya konservasi lingkungan sekaligus mendukung pelestarian kawasan Danau Toba yang merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark Kaldera Toba.

Penanaman pohon dilaksanakan melalui kerja sama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Perum Jasa Tirta, Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba (PPTSB), Pusat Studi Geopark Danau Toba, serta Pemerintah Kabupaten Samosir.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Samosir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, Asisten Administrasi Umum Arnod Sitorus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Ketua dan anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Samosir.

Baca Juga:
Dalam sambutannya, Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan penghijauan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi bukti nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan kawasan Danau Toba.

"Dengan semangat gotong royong, saya yakin pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan berkembang demi kelestarian alam. Ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap Samosir sekaligus komitmen menjaga status Geopark Kaldera Toba," ujar Ariston.

Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan hutan yang terjaga akan memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekosistem, ketersediaan sumber air, serta keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata.

"Jika pariwisata tumbuh, maka pendapatan asli daerah meningkat dan pembangunan Samosir dapat dilakukan lebih maksimal," katanya.

Anggota Komite II DPD RI, Badikenita Br. Sitepu, menyebut kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari implementasi konsep ekoteologi yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral bersama.

Ia mengatakan pihaknya tengah mendorong program Green Village atau Desa Hijau agar menjadi bagian dari agenda nasional dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

"Samosir ini surga dunia yang harus dijaga. Tidak perlu sawit atau tambang, pariwisata yang lestari sudah cukup memberi manfaat," ujarnya.

Badikenita juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Bahkan, ia menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang geologi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perdamaian dan Keadilan Ciptaan Ordo Kapusin Medan, Pastor Walden Sitanggang, menegaskan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, pohon tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sumber kehidupan yang harus dilestarikan.

"Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita," katanya.

General Manager Badan Pengelola TCUGGp, Azizul Kholis, menjelaskan bahwa Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah terdepan dalam pengembangan pariwisata berbasis geopark di kawasan Danau Toba. Ia menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga membutuhkan aksi nyata dalam menjaga kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya masyarakat.

Azizul mengungkapkan bahwa TCUGGp saat ini mengelola dan melindungi 16 geosite di kawasan Danau Toba. Ke depan, pihaknya akan merekomendasikan pengusulan Geosite Bonan Dolok serta pengembangan Geosite Onan Runggu guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.

Di sisi lain, Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba, Wilmar Simanjorang, yang menjadi pelopor kegiatan tersebut menekankan pentingnya perawatan pascapenanaman agar program penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Wilmar menyebut sebanyak 3.450 bibit pohon dari berbagai jenis ditanam dalam kegiatan tersebut. Bibit berasal dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian kawasan tangkapan air Danau Toba.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir yang membantu rehabilitasi akses jalan dan lahan melalui penyediaan alat berat guna mendukung kelancaran kegiatan.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru