General Manager Badan Pengelola TCUGGp, Azizul Kholis, menjelaskan bahwa Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah terdepan dalam pengembangan pariwisata berbasis geopark di kawasan Danau Toba. Ia menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga membutuhkan aksi nyata dalam menjaga kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya masyarakat.
Azizul mengungkapkan bahwa TCUGGp saat ini mengelola dan melindungi 16 geosite di kawasan Danau Toba. Ke depan, pihaknya akan merekomendasikan pengusulan Geosite Bonan Dolok serta pengembangan Geosite Onan Runggu guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.
Di sisi lain, Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba, Wilmar Simanjorang, yang menjadi pelopor kegiatan tersebut menekankan pentingnya perawatan pascapenanaman agar program penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Wilmar menyebut sebanyak 3.450 bibit pohon dari berbagai jenis ditanam dalam kegiatan tersebut. Bibit berasal dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian kawasan tangkapan air Danau Toba.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir yang membantu rehabilitasi akses jalan dan lahan melalui penyediaan alat berat guna mendukung kelancaran kegiatan.