"Mari kita wariskan Samosir yang damai, maju, dan sejahtera kepada generasi mendatang dengan menjaga lingkungan dan memperkuat kerukunan dalam keberagaman," katanya.
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumatera Utara H. Muhammad Suib Sitorus menyebut peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen membangun daerah.
Ia menilai tema "Samosir Rumah Kita" sejalan dengan motto Kabupaten Samosir, Satahi Saoloan, yang mengedepankan semangat persatuan dan gotong royong.
"Dalam rumah besar bernama Samosir ini, tidak ada yang berjalan sendiri. Semua harus bersatu demi kemajuan daerah," tegasnya.
Muhammad Suib juga menyoroti besarnya peluang Samosir sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba. Menurutnya, penguatan infrastruktur, promosi internasional, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing daerah.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mengapresiasi sejumlah capaian Kabupaten Samosir, di antaranya program pinjaman UMKM berbunga nol persen, pengembangan sektor pertanian, pemberian beasiswa, pembentukan koperasi desa, penanganan eceng gondok, pengelolaan sampah, hingga dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).