Selasa, 19 Mei 2026 WIB

Tapsel Lepas Relawan Pendidikan 2026, Pemerintah dan Masyarakat Berkolaborasi Tangani ATS

6.095 Anak ATS Jadi Perhatian, Relawan Pendidikan Diterjunkan ke Kecamatan
Irul Daulay - Selasa, 19 Mei 2026 16:16 WIB
Tapsel Lepas Relawan Pendidikan 2026, Pemerintah dan Masyarakat Berkolaborasi Tangani ATS

TAPSEL| Jelajahnews.id - Semangat kolaborasi menyelamatkan masa depan generasi muda mewarnai pelepasan Relawan Pendidikan Tahun 2026.

Baca Juga:

Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (19/05/2026).

Program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini hadir untuk mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kolaborasi pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, jumlah ATS tercatat mencapai 6.095 anak sehingga menjadi perhatian serius pemerintah.

Acara pelepasan relawan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, Zulfan Hamidi, S.STP, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Tapsel.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

"Program Relawan Pendidikan ini menjadi bentuk nyata kepedulian negara terhadap anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara maksimal.

Para relawan diharapkan hadir sebagai sahabat sekaligus penggerak bagi anak-anak ATS di lapangan," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hasbullah Syahrizal Harahap selaku Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, bersama unsur lintas sektor lainnya.

Program Relawan Pendidikan hadir sebagai respons atas kondisi nasional yang masih memprihatinkan.

Secara nasional, sekitar 3,5 juta anak usia 7 hingga 18 tahun masih berada di luar sistem pendidikan, baik karena putus sekolah, dropout, maupun belum pernah terdaftar di pendidikan formal.

Permasalahan ATS dinilai bukan persoalan tunggal. Faktor ekonomi, geografis, sosial, budaya, kesehatan, psikologis, hingga persoalan validitas data menjadi tantangan besar di lapangan.

Bahkan, sering ditemukan kesenjangan antara data administratif dengan kondisi nyata masyarakat.

Karena itu, pemerintah membutuhkan aktor lapangan yang fleksibel dan mampu bekerja secara kontekstual di tengah masyarakat.

Relawan pendidikan diharapkan menjadi katalisator pendidikan yang mampu menjangkau anak-anak yang selama ini sulit disentuh sistem formal.

Tujuan utama program ini ialah mengidentifikasi serta memverifikasi data ATS di daerah khusus melalui penelusuran lapangan berbasis komunitas.

Hasil penelusuran tersebut nantinya menjadi dasar advokasi sekaligus perencanaan intervensi lanjutan agar penanganan ATS lebih tepat sasaran.

Kegiatan pelepasan turut dihadiri berbagai pihak lintas sektor. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program Relawan Pendidikan di kecamatan-kecamatan sasaran.

Dalam kesempatan itu, Tiurmaddalena Sirait, S.Pd., selaku Widyaprada Ahli Madya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, secara resmi melepas para relawan pendidikan menuju wilayah tugas masing-masing

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kemampuan berbeda sehingga pendekatan pendidikan tidak bisa disamaratakan.

"Tidak semua anak mampu beradaptasi dengan sistem sekolah yang sama. Ada anak yang lebih berkembang melalui praktik dibanding teori. Karena itu, pendidikan harus fleksibel, inklusif, dan mampu menyesuaikan potensi peserta didik," katanya.

Menurutnya, sekolah tidak boleh mudah memberi label negatif kepada anak yang kesulitan mengikuti pembelajaran formal.

Anak-anak justru perlu diarahkan sesuai bakat dan minat mereka agar mampu tumbuh menjadi pribadi mandiri dan sukses di bidangnya masing-masing.

"Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menumbuhkan manusia, bukan sekadar mengejar angka dan kelulusan," tegasnya.

Suasana pelepasan relawan berlangsung penuh semangat dan haru. Para relawan diingatkan agar hadir dengan hati yang hangat serta menjadi sahabat sejati bagi anak-anak ATS di lapangan.

"Jaga kesehatan, jaga keselamatan, jaga integritas, dan jaga nama baik pendidikan Indonesia.

Keberhasilan program ini ada di pundak kalian," pesan Tiurmaddalena sebelum secara resmi melepas relawan menuju kecamatan sasaran di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam kegiatan tersebut turut disampaikan materi Program Relawan Pendidikan Tahun 2026 yang difokuskan pada 10 kabupaten/kota.

Materi dibawakan oleh Adinanto Mahulae, S.Kom., selaku Perencana Ahli Muda Biro Perencanaan dan Kerja Sama serta Albertus Noviantoni, S.Kom., Pranata Komputer Ahli Pertama Pusat Data dan Teknologi Informasi.

Program ini diharapkan menjadi gerakan nyata untuk membuka kembali harapan ribuan anak agar memperoleh pendidikan yang layak demi menyongsong Generasi Emas Indonesia di masa depan. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru