Dulu Korban Banjir, Kini Ali Wahab Bantu Hidupkan Kembali Kakao Batang Toru Bersama PTAR
Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Batang Toru pada akhir 2025 menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Rumah rusak, lahan pertanian t
Daerah
TAPSEL| Jelajahnews.id - Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Batang Toru pada akhir 2025 menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Rumah rusak, lahan pertanian tertimbun material banjir, dan banyak warga kehilangan mata pencaharian.
Di tengah situasi tersebut, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menghadirkan secercah harapan melalui Program Martabe Cocoa.
Program pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya menghidupkan kembali budidaya kakao di Batang Toru dan Muara Batang Toru, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga terdampak banjir untuk bangkit dan menata kembali kehidupannya.
Salah satu sosok yang merasakan langsung manfaat program itu adalah Ali Wahab Hutapea, warga Batang Toru yang menjadi korban banjir bandang. Kini, ia dipercaya sebagai pengelola sekaligus bagian dari tim Program Martabe Cocoa.

Bagi Ali Wahab, kesempatan bergabung dengan Martabe Cocoa bukan sekadar mendapatkan pekerjaan. Program tersebut memberinya harapan baru setelah musibah yang mengubah kehidupan banyak warga.
"Program ini sangat membantu kami setelah banjir. Kami yang bekerja di sini merupakan pemuda asli Batang Toru. Kami diberi kesempatan untuk bekerja, belajar, dan mempersiapkan masa depan," kata Ali Wahab.
Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa bekerja di perusahaan tambang hanya bisa dilakukan di area operasional tambang.
Padahal, melalui berbagai program pemberdayaan, PTAR juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang di sektor pertanian dan usaha produktif lainnya.
"Yang kami peroleh bukan hanya pekerjaan, tetapi juga ilmu. Ilmu itu akan terus kami miliki dan bisa kami manfaatkan untuk membantu masyarakat, bahkan ketika aktivitas tambang suatu saat berakhir," ujarnya.
Menghidupkan Kembali Kejayaan Kakao

Program Martabe Cocoa mulai digagas PTAR pada 2025 sebagai upaya mengembalikan Batang Toru dan Muara Batang Toru menjadi salah satu sentra kakao di Tapanuli Selatan.
Supervisor Agriculture Development PT Agincourt Resources, Ilham Perwira, mengatakan program tersebut dibangun dengan konsep pengembangan kakao secara menyeluruh, mulai dari pembibitan hingga pemasaran produk cokelat.
"Kami ingin menghidupkan kembali budidaya kakao di Batang Toru dan Muara Batang Toru. Dulu daerah ini dikenal sebagai salah satu penghasil kakao, tetapi jumlah tanamannya terus menurun dari tahun ke tahun," ujar Ilham.
Pada 2026, PTAR menargetkan mendistribusikan sekitar 19.000 bibit kakao kepada petani binaan.
Saat ini tersedia sekitar 7.000 bibit di nursery utama dan sekitar 12.000 bibit di nursery nonpermanen. Bibit tersebut menggunakan batang bawah unggul TSA 858 dan ICS 60 yang disambung dengan mata entres dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember.
Namun, upaya tersebut tidak lepas dari tantangan. Banjir yang melanda Batang Toru menyebabkan banyak lahan yang sebelumnya dipetakan sebagai lokasi penanaman berubah menjadi tidak layak karena tertutup lapisan pasir.
Meski demikian, PTAR tetap melanjutkan program dan mulai memperluas pengembangan ke Kecamatan Marancar melalui pendataan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) bersama Balai Penyuluh Pertanian agar semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat.
Dibekali Ilmu dari Hulu hingga Hilir
Ali Wahab mengaku dirinya bersama tim mendapatkan pelatihan intensif selama satu bulan di CV Scorpio, Payakumbuh, Sumatera Barat.
Di sana mereka mempelajari seluruh proses budidaya kakao, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, panen, fermentasi, pengolahan hasil, hingga memahami pemasaran kakao.
Setelah kembali ke Batang Toru, ilmu tersebut langsung diterapkan di lapangan. Mereka mengelola nursery, menyiapkan bibit unggul, sekaligus mendampingi para petani agar mampu menghasilkan kakao berkualitas.
"Fasilitas yang kami perlukan selalu didukung PTAR. Kami juga terus mendapat pendampingan sehingga bisa membimbing petani dengan baik," kata Ali Wahab.
Bukan Sekadar Menanam Kakao
Program Martabe Cocoa tidak berhenti pada pembagian bibit.
PTAR membangun rantai nilai kakao secara utuh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan petani, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pendampingan kelompok tani, hingga pembelian hasil panen.
Biji kakao yang dipanen petani kemudian difermentasi, dikeringkan di fasilitas dryer, diolah, dikemas, dan dipasarkan menjadi produk cokelat premium Martabe Chocolate.
Dengan konsep tersebut, petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan sehingga pendapatan mereka diharapkan meningkat.
Harapan Baru bagi Masyarakat
Bagi Ali Wahab, manfaat terbesar Program Martabe Cocoa bukan hanya dirasakan dirinya, melainkan juga masyarakat di sekitar Batang Toru dan Muara Batang Toru.
Ia berharap semakin banyak warga yang kembali menanam kakao sehingga komoditas yang pernah menjadi kebanggaan daerah itu dapat bangkit kembali.
"Kami ingin ilmu yang kami peroleh bisa dibagikan kepada masyarakat. Kalau petani semakin maju dan kakao kembali berkembang di Batang Toru, itu menjadi kebahagiaan bagi kami," tuturnya.
Melalui Program Martabe Cocoa, PT Agincourt Resources menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan jangka pendek, tetapi juga dengan membangun keterampilan, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Bagi Ali Wahab Hutapea, yang pernah merasakan pahitnya menjadi korban banjir bandang, setiap bibit kakao yang kini tumbuh di nursery Martabe Cocoa bukan sekadar tanaman.
Bibit-bibit itu menjadi simbol harapan baru bahwa dari musibah dapat tumbuh kesempatan, dan dari tanah yang pernah diterjang banjir, masa depan masyarakat Batang Toru dapat kembali bertumbuh. (JN-Irul)
Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Batang Toru pada akhir 2025 menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Rumah rusak, lahan pertanian t
Daerah
Komitmen memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf terus diperkuat Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Tim kuasa hukum AKP Fadlun Al Fitri, SS menyampaikan kekecewaan atas penanganan praktik permintaan uang atau pungutan liar (pungli) yang did
Hukrim
Komitmen memperkuat kolaborasi demi pelayanan publik yang semakin berkualitas kembali ditunjukkan melalui pertemuan antara Pemerintah Kota P
Daerah
Menjaga kesehatan bukan hanya menjadi urusan pribadi, tetapi juga bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas.
Daerah
Lince Manalu melaporkan Kepala BNN Deli Serdang berinisial JT atas dugaan penganiayaan terhadap SH anak dari pelapor.
Hukrim
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut (Ditreskrimus) dituding bermainmain dengan laporan dugaan penyelundupan atau bebas beredarny
Hukrim
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Perayaan Hari Bhayangkara ke80 di Polres Padangsidimpuan tahun ini tidak hanya menjadi momentum seremonial,
Daerah
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Family Gathering yang berlangsung di kawasan wisata Jona Garden
Daerah
MEDAN Kuasa hukum Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., dari Kantor Hukum Fernando Raja Sipahutar dan Lantur Tuma
Hukrim