Andolin Sibuea, Sang Legendaris Musik Batak Meninggal Dunia

MEDAN – Selamat jalan Sang Legenda Musik Batak, karyamu akan abadi selamanya. Andolin Sibuea, musik arranger terbanyak di dunia meninggal dunia, Minggu (19/12/2021).

Kabar meninggalnya sang musisi Batak ini terlihat jelajahnews.id di pemilik akun Facebook Viral, pada Minggu (19/12/2921) sore.

Belum diketahui penyebab meninggalnya Andolin Sibuea. Namun, foto yang beredar posisi almarhun berada di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Sementara, beberapa beranda facebook (FB), almarhum Andolin Sibuea terlihat di sebuah UGD rumah sakit, dan tampak sudah dipasang alat-alat pendukung kedaruratan di sebagian badannya dengan kondisi meninggal, tubuh seorang wanita terlihat menangis histeris.

Kilas Balik Andolin Sibuea

Siapa tak kenal Andolin Sibuea. Pria kelahiran Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara ini tidak hanya dikenal sebagai musik arranger tetapi juga penyanyi dan pencipta lagu.

Bagi Andolin, profesi arranger itu cukup menantang, selain harus dapat menganalisis lagu yang dibuat si pencipta lagu, seorang arranger juga harus dapat mengaransemen ulang sebuah lagu menjadi lagu yang indah dan berdaya jual untuk didengar publik.

Andolin, seorang arranger harus mempunyai pengetahuan musik yang luas, mampu berkolaborasi dengan pemain musik lainnya, seperti pemain guitar, saxophone dan yang lainnya, serta dituntut untuk bisa memainkan berbagai macam alat musik secara profesional.

Andolin dikenal banyak mengantongi pengalaman berkolaborasi dengan sejumlah musisi nasional. Tahun 1998 sampai 2004, ia pernah bergabung dengan grup musik lawas Koes Plus sebagai pemain lead guitar dan keyboard.

Tahun 2012, salah satu lagu dari sekitar 200 lagu ciptaannya yang berjudul “Na Lao Salpu Do Sude” menyabet juara II di acara Festival Karya Cipta Lagu Batak Tingkat Nasional yang dinyanyikan Dewi Marpaung.

Pasti banyak orang tidak menyangka bahwa Andolin sampai sekarang telah berhasil mengaransemen lagu hampir 2.000 album.

Bahkan, menurutnya album sebanyak itu merupakan terbanyak di dunia yang dihasilkan seorang arranger musik.

“Sampai sekarang saya telah mengaransemen 1.990 album, termasuk album yang sedang saya kerjakan sekarang di Niks Production. Belum ada musisi di dunia yang berhasil mengaransemen album sebanyak itu,” kata Andolin disebuah acara di Jakarta, Seperti dikutip dari berbagai sumber.

Dari 1.990 album, berarti ada sekitar 19.900 lagu karena setiap album biasa berisi 10 lagu. Menurut pengamatan, musisi di Negara Paman Sam alias Amerika sendiri baru ada menghasilkan sekitar 300 album.

Bagi Andolin, profesi arranger itu cukup menantang karena selain harus dapat menganalisis lagu yang dibuat oleh si pencipta lagu, seorang arranger juga harus dapat mengaransemen ulang sebuah lagu menjadi lagu yang indah dan berdaya jual untuk diperdengarkan ke publik.

Andolin, seorang arranger harus mempunyai pengetahuan musik yang luas, mampu berkolaborasi dengan pemain musik lainnya seperti pemain guitar dan saxophone dan yang lainnya, serta dituntut untuk bisa memainkan berbagai macam alat musik secara profesional.

Andolin dikenal banyak mengantongi pengalaman berkolaborasi dengan sejumlah musisi nasional. Tahun 1998 sampai 2004.

Ia pernah bergabung dengan grup musik lawas Koes Plus sebagai pemain lead guitar dan keyboard, Johnny Manurung, Trio Ambisi, Bunthora Situmorang, Didi Kempot, Jack Marpaung dan lainnya.

Salah satu karya Andolin Sibuea yang sangat terkenal adalah lagu yang diciptakannya berjudul “Na Lao Salpu do Sude”.

Lagu ini dibawakan oleh Dewi Marpaung dan meraih juara ke-2 di acara Festival Karya Cipta Lagu Batak Tingkat Nasional 2012. (BTM/r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *