Disambut Prosesi Mangulosi, AKBP Noval Nanusa Siap Mengabdi untuk Masyarakat P.Sidimpuan
Kapolres Padangsidimpuan yang baru, AKBP Noval Nanusa, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat ya
Daerah
MEDAN -Lebih dari satu bulan setelah melaporkan dugaan penganiayaan ke Polsek Sunggal, tiga warga Kota Medan, yakni Sendy Jansetia Putra, Dina Laruise, dan Afridayanti Ginting, mengaku masih menunggu kepastian hukum atas laporan yang mereka sampaikan. Mereka berharap penyidik segera menuntaskan proses penyelidikan agar memberikan kepastian hukum sebagai pelapor.
Sendy Jansetia Putra menjelaskan, peristiwa yang mereka laporkan bermula ketika dirinya bersama Dina Laruise dan Afridayanti Ginting mendatangi kantor PT CIP di Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (21/5/2026). Kedatangan mereka bertujuan mengambil rangka becak barang serta 19 galon air minum merek Aqua yang masih berada di becak barang yang terpasang pada sepeda motor Honda Verza. Menurut Sendy, sepeda motor tersebut sebelumnya telah ditarik oleh PT CIP.
Selain mengambil barang-barang tersebut, mereka juga bermaksud meminta surat serah terima penyerahan sepeda motor sebagai bagian dari administrasi. Namun, menurut keterangan Sendy, tujuan tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
"Awalnya kami datang hanya untuk mengambil rangka becak barang, 19 galon Aqua, dan meminta surat serah terima sepeda motor. Namun, di lokasi justru terjadi cekcok yang berujung pada dugaan pemukulan terhadap kami," ujar Sendy kepada wartawan di salah satu kafe di Kota Medan, Senin (29/6/2026) malam.
Ia menuturkan bahwa dalam insiden tersebut dirinya, Dina Laruise, dan Afridayanti Ginting diduga menjadi korban pemukulan. Selain itu, telepon genggam milik Dina Laruise dan Afridayanti Ginting disebut dirampas sebelum kemudian dibanting ke lantai.
Pada hari yang sama, mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal. Dalam laporannya, ketiga pelapor meminta kepolisian mengusut dugaan penganiayaan yang mereka alami, mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi sebagai barang bukti, serta menindak enam orang yang mereka laporkan dalam perkara tersebut.
Meski mengapresiasi Polsek Sunggal karena telah menerima laporannya, Sendy berharap proses penanganan perkara dapat segera dituntaskan. Menurutnya, lebih dari satu bulan berlalu sejak laporan diterima, tetapi mereka masih menunggu perkembangan yang memberikan kepastian hukum.
Kapolres Padangsidimpuan yang baru, AKBP Noval Nanusa, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat ya
Daerah
Harapan baru bagi masyarakat terdampak banjir di Kota Padangsidimpuan mulai terwujud. Pembangunan 100 unit Hunian Tetap (Huntap) resmi dimul
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan terus memperkuat kualitas pelayanan pertanahan melalui pemeriksaan lapang terhadap permohona
Daerah
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan terus mempercepat sertifikasi tanah wakaf sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset keag
Daerah
Kesibukan sebagai prajurit TNI AD tak menghalangi empat personel Yonif TP 904 Garamata Tanah Karo untuk menorehkan prestasi di arena olahrag
Daerah
MEDAN Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan penerapan nilainilai Pancasila dalam du
Politik
Warga Lingkungan VIII Sibulan Bulan, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, digegerkan oleh penemua
Daerah
PT Agincourt Resources (PTAR) mengembangkan program pemberdayaan masyarakat melalui Martabe Cocoa Park di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru,
Daerah
Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Batang Toru pada akhir 2025 menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Rumah rusak, lahan pertanian t
Daerah
Komitmen memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf terus diperkuat Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan.
Daerah