Sabtu, 18 Juli 2026 WIB

Belum Difungsikan, Gedung CT-Scan RSUD Sipirok Sudah Retak, Ada Apa dengan Proyek Rp1,94 Miliar?

Irul Daulay - Sabtu, 18 Juli 2026 09:29 WIB
Belum Difungsikan, Gedung CT-Scan RSUD Sipirok Sudah Retak, Ada Apa dengan Proyek Rp1,94 Miliar?

TAPSEL | Jelajahnews.id - Bangunan gedung CT-Scan di RSUD Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang dibangun menggunakan anggaran APBD senilai Rp1.946.000.000 menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah retakan pada bagian dinding bangunan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (18/07/26) retakan tampak memanjang dari bagian atas hingga bawah dinding. Bahkan, beberapa retakan melintas di area bukaan jendela dan sudut bangunan yang baru selesai dikerjakan tersebut.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas konstruksi gedung yang diproyeksikan menjadi penunjang layanan kesehatan, khususnya untuk operasional alat CT-Scan di RSUD Sipirok.

Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Putra Sejati Mandiri. Selain temuan retakan, hasil pengamatan di lapangan juga memunculkan dugaan adanya persoalan pada proses pelaksanaan konstruksi.

Diduga, pondasi bangunan lama tidak dibongkar secara menyeluruh, melainkan hanya ditimpa dengan pondasi baru tanpa penggalian ulang secara maksimal.

Selain itu, blok dan kolom baru diduga dibangun menempel pada struktur dinding lama, bukan berdiri secara independen sebagaimana konstruksi bangunan baru pada umumnya.

Apabila dugaan tersebut benar, praktik itu dinilai berpotensi memengaruhi kekuatan struktur bangunan dalam jangka panjang apabila tidak sesuai dengan perencanaan teknis maupun spesifikasi pekerjaan yang telah ditetapkan.

Munculnya retakan di sejumlah titik bangunan semakin mendorong perlunya evaluasi teknis untuk memastikan penyebab kerusakan tersebut, termasuk apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, dan ketentuan kontrak.

Sejumlah warga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan bersama konsultan pengawas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu bangunan.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum turun melakukan audit apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Sementara itu, Direktur RSUD Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan, dr. Dian Aspasia Limbong, telah dikonfirmasi terkait temuan retakan pada gedung CT-Scan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru