Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Bupati Samosir Resmikan Pompa Air Tenaga Surya Rp2,6 Miliar, Tingkatkan Produktivitas 60 Hektare Sawah

editor - Senin, 26 Januari 2026 23:12 WIB
Bupati Samosir Resmikan Pompa Air Tenaga Surya Rp2,6 Miliar, Tingkatkan Produktivitas 60 Hektare Sawah
peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kecamatan Onan Runggu oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Senin (26/1/2026).

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terus memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur pertanian berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kecamatan Onan Runggu oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Senin (26/1/2026).

PATS senilai Rp2,6 miliar itu dibangun untuk mendukung kebutuhan irigasi sekitar 60 hektare lahan persawahan yang dikelola oleh 100 keluarga petani. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan.

Pembangunan PATS merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir. Selain peresmian, kegiatan juga dirangkai dengan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, meliputi pelatihan pembuatan pupuk organik serta penguatan tata kelola PATS melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca Juga:
Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Pabung Kodim 0210/TU G. Sebayang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Onan Runggu.

Dalam sambutannya, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengatakan pembangunan PATS merupakan wujud sinergi yang baik antara pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung sektor pertanian.

"Dalam periodisasi kepemimpinan saya, ada lima unit PATS yang telah dibangun. Kita ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur yang tidak henti-hentinya memberikan perhatian kepada Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.

Menurutnya, pembangunan PATS tidak diperoleh secara otomatis karena harus bersaing dengan berbagai usulan dari kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara.

"Kita ini bersaing dengan 33 kabupaten/kota. Satu kelompok tani di Samosir bisa menang dari ribuan kelompok tani lain di Sumatera Utara. Jadi jangan kita sepelekan program ini," katanya.

Vandiko mengungkapkan bahwa pembangunan PATS di Kecamatan Onan Runggu sempat terancam dialihkan ke daerah lain. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, program tersebut akhirnya tetap direalisasikan di Kabupaten Samosir.

"Puji Tuhan dikabulkan, sehingga program ini tetap ada di Kabupaten Samosir. Karena PATS yang sudah dibangun sebelumnya semuanya beroperasi dengan baik, pemerintah provinsi tidak jera memberikan bantuan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur pertanian tahun ini dilakukan melalui berbagai sumber pembiayaan, mulai dari APBD Kabupaten Samosir, APBD Provinsi Sumatera Utara, APBN, hingga dukungan sektor swasta dan perwakilan diplomatik.

Pada kesempatan itu, Vandiko memberikan apresiasi kepada masyarakat yang secara sukarela menghibahkan lahan untuk pembangunan jalur pipa sepanjang lebih dari satu kilometer.

"Terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela menghibahkan tanah. Ini menjadi contoh bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting," katanya.

Vandiko menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan yang mewakili Forkopimda mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Mari kita rawat bersama, saling mendukung dan menjadikan tempat ini sebagai pilot project bagi daerah lain. Semoga membawa kemaslahatan bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata menjelaskan bahwa keberadaan PATS akan berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman di wilayah tersebut.

"Selama ini petani hanya bisa menanam satu kali setahun. Dengan adanya PATS, indeks pertanaman diharapkan meningkat menjadi minimal dua kali per tahun," kata Rajoki.

Dari sisi energi, Kabid Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara, Budi Batubara, menyebut pemanfaatan energi surya menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengembangkan energi terbarukan sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.

"Pompa air tenaga surya ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian dan masa tanam menjadi minimal dua kali setahun. Hingga saat ini jumlah PATS yang dibangun pemerintah provinsi di Kabupaten Samosir telah mencapai enam unit," ujarnya.

Tokoh masyarakat Onan Runggu, Alifender Harianja, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani. Ia berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah persawahan lainnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Kelompok Tani Gabe Naniula, Daslon Samosir. Ia mengakui selama ini keterbatasan air menjadi kendala utama petani dalam mengelola lahan.

"Dengan adanya PATS ini, kami bisa mengolah lahan dengan lebih baik," katanya.

Melalui keberadaan PATS yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga utama, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap produktivitas pertanian meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan kesejahteraan petani dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru