"Kita ini bersaing dengan 33 kabupaten/kota. Satu kelompok tani di Samosir bisa menang dari ribuan kelompok tani lain di Sumatera Utara. Jadi jangan kita sepelekan program ini," katanya.
Vandiko mengungkapkan bahwa pembangunan PATS di Kecamatan Onan Runggu sempat terancam dialihkan ke daerah lain. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, program tersebut akhirnya tetap direalisasikan di Kabupaten Samosir.
"Puji Tuhan dikabulkan, sehingga program ini tetap ada di Kabupaten Samosir. Karena PATS yang sudah dibangun sebelumnya semuanya beroperasi dengan baik, pemerintah provinsi tidak jera memberikan bantuan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur pertanian tahun ini dilakukan melalui berbagai sumber pembiayaan, mulai dari APBD Kabupaten Samosir, APBD Provinsi Sumatera Utara, APBN, hingga dukungan sektor swasta dan perwakilan diplomatik.
Pada kesempatan itu, Vandiko memberikan apresiasi kepada masyarakat yang secara sukarela menghibahkan lahan untuk pembangunan jalur pipa sepanjang lebih dari satu kilometer.
"Terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela menghibahkan tanah. Ini menjadi contoh bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting," katanya.