SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menggelar Festival Kuliner dan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir. Kegiatan yang berlangsung di Segmen V Waterfront City Pangururan itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk setelah meninjau seluruh stan pameran, Rabu (26/2/2026).
Pameran tersebut menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha lokal sekaligus upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor kuliner dan UMKM. Sebanyak 25 stan turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam produk unggulan khas Samosir, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tunggul Sinaga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, Asisten Administrasi Umum Arnod Sitorus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Pangururan, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Samosir Ny. Asty M. Sitinjak.
Selain menampilkan produk UMKM, pameran juga menghadirkan berbagai layanan publik yang dapat diakses masyarakat secara gratis. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), serta pelayanan keluarga berencana (KB).
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah demonstrasi pengolahan makanan khas Batak, yakni dalini horbo dan naniura. Kedua kuliner tradisional tersebut diperkenalkan kepada pengunjung sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan warisan kuliner daerah yang telah didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada Kementerian Kebudayaan.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para pelaku UMKM dan usaha kuliner untuk terus mengembangkan produknya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, penguatan identitas atau merek (brand) produk lokal menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan menarik minat konsumen.