"Ini menjadi modal besar. Kita harus bersatu padu. Di sini kita merasakan kebahagiaan bersama. Mari kita posting kondisi Samosir yang sudah semakin baik," katanya.
Ariston juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pelaku pariwisata, untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir. Keramahan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan citra daerah sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba.
"Kita sambut tamu dengan senyum, sapa, dan salam. Di usia Samosir yang ke-22 tahun, kita harapkan Samosir semakin dewasa, semakin maju, dan lebih mapan ke depan," pungkasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai kegiatan pada puncak perayaan yang akan berlangsung pada 27 Februari 2026. Acara diawali dengan kebaktian oikumenis sebagai bentuk ungkapan syukur atas perjalanan Kabupaten Samosir.
Puncak perayaan akan diisi dengan kolaborasi sanggar seni, penyalaan lilin dan pemotongan kue ulang tahun, sambutan dari berbagai pihak, serta makan bersama masyarakat sesuai tradisi adat Batak. Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyerahkan berbagai penghargaan dan apresiasi, termasuk bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Sumut, piagam penghargaan kepada sponsor, penghargaan bagi pegiat budaya, penyerahan BKB Kit keluarga stunting, serta penghargaan kepada pegiat andaliman dan kopi.
Perayaan akan semakin semarak dengan penampilan Nauli Sister, D'Roha Voice, Nabasa Trio, Toton Cariboo, dan grup musik nasional Ungu. Pada kesempatan tersebut juga akan diluncurkan program Horas Samosir Fiesta 2026 yang menjadi agenda promosi pariwisata dan budaya Kabupaten Samosir sepanjang tahun.