Minggu, 21 Juni 2026 WIB

Kepala Daerah Kawasan Toba Bahas Pengembangan Pertanian Berbasis AI, Dukung Program Strategis Pemerintah Pusat

editor - Jumat, 06 Maret 2026 08:36 WIB
Kepala Daerah Kawasan Toba Bahas Pengembangan Pertanian Berbasis AI, Dukung Program Strategis Pemerintah Pusat
Pemerintah Kabupaten Samosir bersama kepala daerah se-Kawasan Danau Toba mengikuti rapat tindak lanjut pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digelar di Mess Pora-Pora, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat

SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten Samosir bersama kepala daerah se-Kawasan Danau Toba mengikuti rapat tindak lanjut pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digelar di Mess Pora-Pora, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (6/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Samosir diwakili Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata.

Rapat yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dengan para kepala daerah se-Kawasan Danau Toba yang sebelumnya digelar di Jakarta.

Dalam arahannya, Bobby Nasution menegaskan bahwa program pengembangan pertanian modern berbasis AI merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat yang perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah, khususnya di kawasan Danau Toba.

Menurut Bobby, pengembangan pertanian berbasis teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada sektor pertanian modern dan berkelanjutan di Sumatera Utara.

"Program ini harus kita dukung bersama. Langkah-langkah apa yang perlu kita sepakati, teknisnya bagaimana, tahapannya seperti apa, itulah yang perlu kita kaji bersama dalam rapat ini. Seluruh kepala daerah khususnya yang ada di Kawasan Toba ini harus ikut berperan aktif, kita bentuk tim, dan kita harus siap mendukung program pusat," ujar Bobby.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, diperlukan kesepahaman mengenai tahapan pelaksanaan, kesiapan lahan, sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan di masing-masing daerah.

Pemanfaatan teknologi AI dalam sektor pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menganalisis berbagai data pertanian secara cepat dan akurat sehingga membantu petani dalam mengambil keputusan.

Melalui sistem berbasis AI, petani nantinya dapat memperoleh informasi mengenai prediksi curah hujan, rekomendasi waktu tanam dan panen, potensi serangan hama dan penyakit tanaman, hingga perkiraan hasil produksi yang akan diperoleh.

Penerapan teknologi modern tersebut juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi sektor pertanian, termasuk perubahan iklim, ketidakpastian cuaca, serta fluktuasi hasil panen yang berdampak pada pendapatan petani.

Bagi kawasan Danau Toba yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, program ini dinilai dapat menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru