Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Bangsa Institute Apresiasi Buku AKBP Wira Prayatna, Dorong Restorative Justice Berbasis Budaya

Irul Daulay - Rabu, 27 Mei 2026 12:18 WIB
Bangsa Institute Apresiasi Buku AKBP Wira Prayatna, Dorong Restorative Justice Berbasis Budaya
Foto: Parlindungan Harahap, S.H., menunjukkan buku karya AKBP Dr. Wira Prayatna berjudul “Pengabdian Bhayangkara di Padang Nadimpu”.

P.SIDIMPUAN| Jelajahnews.id - Dewan Pimpinan Bangsa Institute, Parlindungan Harahap, S.H., mengapresiasi buku karya AKBP Dr. Wira Prayatna.

Baca Juga:

Buku tersebut berjudul "Pengabdian Bhayangkara di Padang Nadimpu: Optimalisasi Kolaborasi dan Kearifan Lokal".

Apresiasi itu disampaikan Parlindungan Harahap usai kegiatan bedah buku yang digelar di Aula Pratidina Polres Padangsidimpuan, Selasa kemarin (26/5/2026) pukul 10.00 WIB.

Menurutnya, buku tersebut menghadirkan gagasan baru tentang penegakan hukum yang humanis dengan tetap mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal.

Parlindungan menilai, pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut mampu menjadi referensi penting dalam membangun pola pendekatan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Ini langkah cerdas dan luar biasa. Kapolres Padangsidimpuan mampu menghadirkan pemikiran baru tentang bagaimana penegakan hukum bisa berjalan berdampingan dengan kearifan lokal dan nilai kemasyarakatan," ujarnya, Rabu (27/06/26).

Ia mengatakan, konsep restorative justice yang dipadukan dengan filosofi Dalihan Na Tolu menjadi salah satu kekuatan utama dalam isi buku tersebut.

Menurutnya, pendekatan itu sangat relevan diterapkan dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat di daerah.

Kegiatan bedah buku turut dihadiri Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Sri Fitrah Munawaroh, S.Ak.

Hadir juga Wakapolres KOMPOL Parlindungan Panjaitan, unsur TNI, Kejari, Pengadilan Negeri, BNNK, tokoh budaya, dosen, mahasiswa dan para tamu undangan lainnya.

Dalam pemaparannya, AKBP Dr. Wira Prayatna menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari gagasan untuk membangun transformasi penegakan hukum yang humanis dan adaptif terhadap budaya masyarakat lokal.

Ia membagi substansi buku ke dalam tiga bagian utama, yakni ide besar transformasi penegakan hukum, penguatan kearifan lokal dalam penyelesaian masalah sosial, serta nilai strategis buku bagi institusi kepolisian dan masyarakat.

"Buku ini bertujuan menghidupkan kembali nilai musyawarah, gotong royong, dan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan sosial seperti narkoba, kejahatan terhadap anak hingga penanggulangan bencana," ungkap Kapolres.

Suasana diskusi berlangsung dinamis saat sejumlah panelis dan peserta memberikan ulasan serta pertanyaan terkait penerapan restorative justice berbasis budaya lokal.

Rektor IPTS sekaligus Ketua FKUB Kota Padangsidimpuan, Dr. Zulpadli, turut mengapresiasi isi buku yang dinilai mampu menjadi dasar pemikiran lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang kearifan lokal.

Hal senada juga disampaikan tokoh budaya Manaon Lubis yang menilai budaya lokal harus tetap menjadi dasar dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dr. H. Letnan Dalimunthe menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan yang tertuang dalam buku tersebut.

"Pemerintah Kota Padangsidimpuan siap mendukung program-program yang berkaitan dengan penguatan kearifan lokal dan kolaborasi lintas sektor," katanya.

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan rekomendasi bersama, penyerahan sertifikat dan plakat kepada panelis serta akademisi, dilanjutkan dengan foto bersama.

Kegiatan bedah buku dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80 itu selesai pukul 12.20 WIB dengan situasi aman, tertib dan kondusif. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru