Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Pemkab Samosir Kerahkan Personel Dukung Operasi Ketupat Toba 2026 untuk Pengamanan Arus Mudik Lebaran

editor - Kamis, 12 Maret 2026 11:13 WIB
Pemkab Samosir Kerahkan Personel Dukung Operasi Ketupat Toba 2026 untuk Pengamanan Arus Mudik Lebaran
Personel yang berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 di kawasan Segmen V Waterfront Pangururan, Kamis (12/3/2026).

SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir menurunkan sejumlah personel gabungan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Personel yang berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 di kawasan Segmen V Waterfront Pangururan, Kamis (12/3/2026).

Setelah apel, personel Pemerintah Kabupaten Samosir akan bergabung dengan unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya untuk bertugas di sembilan pos pelayanan yang telah disiapkan selama masa mudik dan libur Lebaran. Operasi Ketupat Toba 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Apel gelar pasukan dipimpin Kapolres Samosir AKBP Rina Nirwana Tarigan. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan dan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan peserta apel sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat Toba 2026.

Baca Juga:
Pelaksanaan operasi tersebut bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif selama Ramadan dan Idulfitri.

Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten Pemerintahan Tunggul Sinaga, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhochel M. Tamba, Kepala Kejaksaan Negeri Samosir Satria Irawan, Perwira Penghubung (Pabung) Samosir T. Siringoringo, Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu, para camat, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Samosir AKBP Rina Nirwana Tarigan, disebutkan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana sekaligus wujud komitmen sinergisitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026.

"Pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang kita sukseskan harus dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar," ujar Rina saat membacakan amanat Kapolri.

Kapolri juga menyoroti kondisi global yang tengah mengalami dinamika dan eskalasi, mulai dari konflik Israel–Palestina hingga ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia serta stabilitas ekonomi global.

Meski demikian, pemerintah disebut terus melakukan berbagai langkah diplomasi melalui politik luar negeri bebas aktif serta memperkuat diplomasi perdagangan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman selama masa mudik dan Lebaran. Berdasarkan data PT Pertamina, stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) atau gas minyak cair masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Untuk mengamankan arus mudik dan arus balik secara nasional, Polri bersama TNI dan pemangku kepentingan terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Secara nasional telah disiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran.

Kapolri juga mengingatkan seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

"Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tingkatkan soliditas dan sinergisitas untuk mewujudkan mudik aman, keluarga bahagia," pesan Kapolri dalam amanatnya.

Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir bersama aparat keamanan berharap masyarakat dapat menjalani mudik dan merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman, nyaman, dan lancar.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru