Minggu, 31 Mei 2026 WIB

Pemkab Samosir Salurkan Kredit Bunga 0 Persen untuk Pelaku Usaha Mikro

editor - Senin, 08 Desember 2025 19:22 WIB
Pemkab Samosir Salurkan Kredit Bunga 0 Persen untuk Pelaku Usaha Mikro
Penyaluran perdana dilakukan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom kepada sejumlah pelaku usaha di kawasan Water Front City Pangururan, Senin (8/12/2025).

SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten Samosir mulai menyalurkan program subsidi bunga kredit nol persen bagi pelaku usaha mikro sebagai upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas akses permodalan masyarakat. Penyaluran perdana dilakukan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom kepada sejumlah pelaku usaha di kawasan Water Front City Pangururan, Senin (8/12/2025).

Program kredit tanpa bunga tersebut menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM. Program dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank Sumut dengan plafon pinjaman maksimal Rp15 juta dan tenor pembayaran pokok selama 24 bulan.

Dalam skema tersebut, seluruh beban bunga sebesar 2,6 persen per tahun ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Samosir sehingga pelaku usaha hanya membayar pokok pinjaman.

Baca Juga:
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan program itu merupakan realisasi visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

"Apa yang kami janjikan saat kontestasi politik lalu hari ini kami realisasikan. Pelaku usaha mikro kini bisa memperoleh modal dengan bunga nol persen, mudah, dan dapat diakses langsung," ujar Vandiko.

Menurutnya, program subsidi bunga kredit tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan telah dipresentasikan kepada kepala daerah lainnya di Sumatera Utara.

"Samosir menjadi daerah pertama di Sumatera Utara yang menjalankan program bunga nol persen. Beberapa kabupaten dan kota lain bahkan sudah berkonsultasi ke Bank Sumut untuk menerapkan program serupa," katanya.

Vandiko menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 50 pelaku usaha telah dinyatakan lolos proses verifikasi dan menerima pencairan kredit. Pemerintah daerah menargetkan jumlah penerima manfaat terus bertambah seiring pelaksanaan pendampingan dan pelatihan usaha kepada masyarakat.

"Pemasaran memang penting, tetapi akses permodalan adalah yang utama. Pokok pinjaman dibayar pelaku usaha, sedangkan bunganya ditanggung pemerintah daerah," jelasnya.

Ia juga meminta Bank Sumut mempertimbangkan peningkatan plafon pinjaman pada masa mendatang agar manfaat program semakin luas.

"Jika nominal kredit bisa lebih besar, saya yakin daerah lain akan semakin tertarik menjalankan program ini," tambah Vandiko.

Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon mengapresiasi realisasi program tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari lembaga legislatif.

"Janji politik terlaksana dengan baik. Ini inovasi pemerintah daerah yang patut diapresiasi," ujarnya.

Menurut Nasip, DPRD telah menyetujui alokasi anggaran subsidi bunga untuk tahun berikutnya. Ia bahkan berharap plafon kredit dapat ditingkatkan hingga Rp100 juta apabila memungkinkan.

Selain itu, Nasip meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Sumut membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam proses pemeriksaan riwayat kredit atau BI checking akibat minimnya pemahaman terhadap sistem perbankan.

Sementara itu, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan OJK Sumatera Utara, Reza Leonhard, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kejahatan di sektor jasa keuangan, seperti investasi ilegal, pinjaman daring ilegal, dan pencurian data pribadi.

"Kami mengajak masyarakat selalu memeriksa legalitas penyedia layanan keuangan sebelum melakukan investasi," kata Reza.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan PLS Divisi Ritel Bank Sumut, M. Zulham Bispo. Ia menjelaskan bahwa Bank Sumut menggunakan skema kredit mikro Sumut Berkah dengan tenor dua tahun dan plafon maksimal Rp15 juta.

"Debitur hanya membayar pokok pinjaman. Ini merupakan program pertama di Sumatera Utara dan kami berharap dapat menjadi model bagi daerah lain," ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Samosir, Rista Sitanggang, melaporkan bahwa sebanyak 482 data pelaku usaha telah disampaikan kepada Bank Sumut untuk proses verifikasi.

"Dari jumlah tersebut, 50 pelaku usaha sudah menerima pencairan, 286 masih dalam proses verifikasi, dan sisanya menunggu kelengkapan data," jelas Rista.

Salah satu penerima manfaat, Beni Silalahi, mengaku program kredit tanpa bunga sangat membantu pengembangan usaha keripik pisang yang dijalankannya.

"Saya membeli alat perajang pisang sehingga produksi bisa meningkat hingga 70 tandan per minggu. Sebelumnya saya tidak memiliki modal dan aset. Program ini memberi harapan bagi kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga," tuturnya.

Melalui program subsidi bunga nol persen tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap pelaku usaha mikro semakin berkembang, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru