Minggu, 31 Mei 2026 WIB

Bappenas Luncurkan Peta Jalan WEF Nexus, Wabup Samosir Soroti Tantangan Implementasi di Daerah

editor - Rabu, 10 Desember 2025 15:57 WIB
Bappenas Luncurkan Peta Jalan WEF Nexus, Wabup Samosir Soroti Tantangan Implementasi di Daerah
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk tampil sebagai salah satu panelis.

SAMOSIR -Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) resmi meluncurkan Peta Jalan Water, Energy, Food (WEF) Nexus Indonesia sebagai pedoman strategis nasional dalam mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air, energi, dan pangan. Peluncuran berlangsung di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto 1–5 Bappenas, Jalan Taman Suropati Nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Peluncuran peta jalan tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dan mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, mitra pembangunan, hingga sektor nonpemerintah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi forum sosialisasi arah kebijakan WEF Nexus serta pertukaran pengetahuan untuk mendukung implementasi di tingkat nasional maupun daerah.

Dalam sesi panel bertema Pembelajaran Daerah dan Kebutuhan Dukungan Implementasi, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk tampil sebagai salah satu panelis. Ia menegaskan pentingnya dukungan nyata dari pemerintah pusat agar konsep WEF Nexus dapat diterapkan secara efektif di daerah.

Baca Juga:
"Kami di daerah membutuhkan dukungan kunci untuk memastikan implementasi WEF Nexus dapat masuk ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran seperti RPJMD dan APBD," ujar Ariston.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pemerintah daerah meliputi keterbatasan kapasitas teknis, lemahnya integrasi lintas sektor dalam proses perencanaan, serta belum tersedianya skema pembiayaan yang jelas dan inklusif.

Meski demikian, Ariston menilai Kabupaten Samosir memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai inisiatif berbasis WEF Nexus. Ia menyebut daerahnya berpotensi menjadi lokasi proyek percontohan yang mengedepankan pendekatan berbasis alam atau nature-based solutions.

"Kami melihat peluang untuk proyek percontohan berbasis nature-based solutions, pemanfaatan energi terbarukan bagi layanan publik dan pertanian, serta replikasi model integrasi sektor yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan," jelasnya.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa kemampuan suatu negara dalam mengelola sumber daya air, energi, dan pangan menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan pembangunan dan peradaban.

"Sepanjang sejarah, kemampuan mengelola air, energi, dan pangan telah menentukan jatuh bangunnya peradaban," ujar Rachmat.

Ia mencontohkan sistem irigasi kuno Dujiangyan di China yang dibangun sekitar 150 sebelum Masehi sebagai bukti pentingnya pengelolaan sumber daya secara terpadu.

Menurut Rachmat, keterkaitan antara air, pangan, dan energi saat ini semakin kompleks, sementara sumber daya yang dimiliki Indonesia memiliki keterbatasan. Karena itu, diperlukan pengelolaan yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia harus mengintegrasikan manajemen hubungan air, energi, dan pangan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk menghapus kelaparan dan menyediakan akses terhadap air serta energi bersih," katanya.

Rachmat juga menyampaikan bahwa visi pembangunan Presiden RI Prabowo Subianto melalui program Asta Cita menempatkan kemandirian pangan, energi, dan air sebagai pilar utama pembangunan nasional. Kebijakan tersebut diterjemahkan melalui tiga fokus pembangunan, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Bappenas bersama Pemerintah Inggris dan United Nations Development Programme (UNDP) turut memperkenalkan sistem digital decision support atau dukungan pengambilan keputusan berbasis digital yang dirancang untuk membantu optimalisasi alokasi sumber daya berbasis data.

"Semua ini menjadi mercusuar kuat bagi negara lain dan menawarkan model untuk mengatasi tantangan sumber daya yang saling terkait," tegas Rachmat.

Sementara itu, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Air, Retno Marsudi, menilai peluncuran peta jalan WEF Nexus menjadi momentum penting dalam perubahan paradigma pembangunan global.

"Sebelumnya kemajuan dikejar sektor demi sektor, tetapi pendekatan seperti itu tidak bisa lagi digunakan. Realitas yang kita hadapi menuntut integrasi dan koherensi," ujar Retno.

Ia menegaskan bahwa kegagalan mengintegrasikan pengelolaan air, energi, dan pangan akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

"Ketika pemerintah gagal menghubungkan air, energi, dan pangan, masyarakat yang akan menanggung akibatnya. Itulah mengapa keterkaitan ketiga sektor ini sangat penting," katanya.

Peluncuran Peta Jalan WEF Nexus Indonesia diharapkan menjadi langkah awal memperkuat pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis kolaborasi lintas sektor di seluruh wilayah Indonesia.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru