Minggu, 31 Mei 2026 WIB

Pemkab Samosir Salurkan Bantuan Alsintan untuk 26 Kelompok Tani

editor - Senin, 29 Desember 2025 13:16 WIB
Pemkab Samosir Salurkan Bantuan Alsintan untuk 26 Kelompok Tani
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir, Senin (29/12/2025).

SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 26 kelompok tani guna mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian. Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara, serta APBD Kabupaten Samosir.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir, Senin (29/12/2025).

Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten I Tunggul Sinaga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tumiur Gultom, Perwira Penghubung (Pabung) 0210/TU G. Sebayang, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pantas M. Sinaga, serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

Baca Juga:
Adapun bantuan yang bersumber dari APBN meliputi satu unit combine harvester besar, dua unit traktor roda dua rotary, dan empat unit pompa air berukuran 3 inci. Dari APBD Provinsi Sumatera Utara disalurkan dua unit traktor roda dua, tiga unit cultivator, dan empat unit pompa air ukuran 3 inci.

Sementara itu, melalui APBD Kabupaten Samosir, pemerintah daerah mengalokasikan satu unit corn sheller mobile, dua unit cultivator, serta tujuh unit mesin chopper.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan bantuan alsintan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Beberapa waktu lalu kita sudah membagikan bantuan bibit dan sekarang memberikan bantuan alsintan. Semuanya berkat sinergitas dengan pemerintah atasan," kata Vandiko.

Ia menegaskan seluruh bantuan yang diterima kelompok tani harus dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi turut melakukan pengawasan terhadap penggunaan bantuan tersebut.

"Bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan optimal. Kabupaten dan kota di seluruh Indonesia berebut untuk mendapatkannya. Jangan sampai setelah diterima justru dianggurkan," ujarnya.

Vandiko menambahkan, bantuan yang tidak digunakan sesuai peruntukan berpotensi dialihkan kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan.

"Pemerintah pusat dan provinsi melakukan pemantauan. Jadi apabila tidak digunakan sesuai peruntukan, tidak menutup kemungkinan akan dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan," tegasnya.

Selain itu, Vandiko mengingatkan bahwa proses pengusulan bantuan pertanian harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Kelompok tani yang ingin menerima bantuan diwajibkan terdaftar secara resmi.

"Pengusulan bantuan pusat maupun provinsi hanya bisa dilakukan jika kelompok tani terdaftar resmi. Karena itu, saya mengimbau masyarakat memperbarui data kelompok tani dan aktif berkomunikasi dengan penyuluh pertanian," katanya.

Atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi, Vandiko menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden RI dan Bapak Gubernur Sumut. Walaupun mereka tidak hadir di sini, bantuannya tetap dapat dirasakan masyarakat. Ini mungkin menjadi kado Natal bagi kita semua," ucapnya.

Perwakilan kelompok tani penerima bantuan, Dedi Harianto Sidauruk dari Kelompok Tani Tunas Muda Desa Cinta Dame, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap petani di Samosir.

"Ini adalah kado Natal yang tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan petani," kata Dedi.

Ia mengatakan kelompok taninya telah memanfaatkan bantuan bibit jagung dan bawang merah yang sebelumnya disalurkan pemerintah. Menurutnya, hasil pertumbuhan tanaman sejauh ini cukup baik.

"Kami sudah menanam bibit jagung dan bawang merah. Lima belas hari setelah tanam, daya tumbuh jagung sangat bagus. Semoga nanti bulan April bisa panen bersama Pak Bupati," ujarnya.

Dedi juga mengapresiasi langkah Pemkab Samosir yang terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi demi mendukung kemajuan sektor pertanian di daerah.

"Kami sangat bersyukur. Semoga petani Samosir semakin maju dan daerah ini bisa menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan di Sumatera Utara maupun Indonesia," pungkasnya.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru