Rabu, 13 Mei 2026 WIB

Bank Indonesia Ajak Rakyat Pesta, Pulangnya Kota P.Sidimpuan Dihadiahi Sampah

Irul Daulay - Rabu, 13 Mei 2026 11:11 WIB
Bank Indonesia Ajak Rakyat Pesta, Pulangnya Kota P.Sidimpuan Dihadiahi Sampah
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Suwarha Warno Wirapermana saat membuka Pesta Tapanuli 2026. Usai acara, Alaman Bolak dipenuhi sampah.

P.SIDIMPUAN | Jelajahnews id- Euforia Pesta Tapanuli 2026 memang telah usai. Namun, yang tertinggal di Alaman Bolak bukan hanya kenangan pesta, melainkan juga tumpukan sampah yang menuai keluhan warga.

Baca Juga:

Acara besar yang digelar Bank Indonesia Sibolga sejak 8 hingga 10 Mei 2026 itu sebelumnya sukses menyedot ribuan warga.

Suasana meriah, UMKM ramai, panggung hiburan penuh penonton. Namun usai pesta bubar, wajah pusat Kota Padangsidimpuan justru berubah bak "tempat pembuangan sementara" dadakan.

Pantauan Selasa siang (12/5/2026), sampah plastik, botol minuman, bekas makanan hingga kardus berserakan di sejumlah titik kawasan Alaman Bolak. Ironisnya, hingga dua hari setelah acara berakhir, belum terlihat aktivitas pembersihan total di lokasi.

Warga pun mulai melontarkan kritik pedas. Mereka menilai kemeriahan acara tak sebanding dengan tanggung jawab menjaga kebersihan setelah kegiatan selesai.

"Waktu acaranya, semua sibuk selfie dan tepuk tangan. Tapi setelah selesai, yang tinggal malah sampah. Masa acara sebesar itu lupa sama sapu?" celetuk Wendy, warga Padangsidimpuan yang melintas di lokasi.

Menurutnya, kegiatan berskala besar yang membawa nama institusi negara seharusnya memberi contoh dalam pengelolaan lingkungan, bukan meninggalkan kesan kumuh di jantung kota.

"Kalau memang bisa bikin pesta besar, harusnya bisa juga beresin sampahnya. Jangan rakyat diajak datang ramai-ramai, tapi kotanya ditinggal kotor," ujarnya.

Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan publik soal kesiapan panitia dalam mengantisipasi lonjakan volume sampah selama acara berlangsung.

Warga menilai petugas kebersihan terlihat minim, bahkan pasca-acara nyaris tidak terlihat aktivitas pengangkutan sampah.

Kini, aroma tak sedap mulai tercium di beberapa sudut kawasan. Sampah yang dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan mengganggu kenyamanan warga dan merusak citra ruang publik kebanggaan Kota Padangsidimpuan.

Warga berharap Bank Indonesia Sibolga segera turun tangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membersihkan seluruh area bekas kegiatan.

Sebab bagi warga, pesta boleh selesai, tapi tanggung jawab jangan ikut bubar bersama suara musik panggung.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Indonesia Sibolga maupun Pemerintah Kota Padangsidimpuan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan sampah di kawasan Alaman Bolak. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru