Rabu, 13 Mei 2026 WIB

Spanduk Perang Narkoba, Kasat Resnarkoba Apresiasi Dukungan Warga Kampung Darek

Kasat Resnarkoba: Dukungan Warga Kampung Darek Jadi Energi Besar Perangi Narkoba
Irul Daulay - Kamis, 07 Mei 2026 18:15 WIB
Spanduk Perang Narkoba, Kasat Resnarkoba Apresiasi Dukungan Warga Kampung Darek
Foto: Kasat Resnarkoba Polres Padangsidimpuan bersama warga Kampung Darek saat pertemuan pemberantasan narkoba dan pemasangan spanduk perang terhadap narkoba.

P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Munculnya spanduk bertuliskan "Pengedar Narkoba Adalah Pengkhianat Bangsa, Boikot dan Usir dari Kampung Kita" di kawasan Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, menjadi sorotan masyarakat.

Baca Juga:

Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan sebagai bentuk dukungan warga dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan mereka.

Spanduk yang terpasang di salah satu akses jalan permukiman warga itu menjadi simbol perlawanan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba yang belakangan dinilai semakin meresahkan.

Kasat Resnarkoba Polres Padangsidimpuan, Juli Purworno, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kampung Darek atas dukungan dan keberanian mereka dalam membantu aparat memberantas narkoba.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat Kampung Darek. Ini menunjukkan bahwa warga memiliki kepedulian besar terhadap bahaya narkoba dan ingin lingkungannya bersih dari peredaran barang haram tersebut," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pertemuan bersama warga di Masjid Nurul Iman, Rabu malam (06/05/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur TNI, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, alim ulama, serta warga Kampung Darek yang selama ini mengaku resah dengan dugaan maraknya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan mereka.

Keresahan masyarakat memuncak setelah beberapa kali ditemukan ganja dalam jumlah besar di kawasan Gang Dame II.

Warga menyebut penemuan pertama mencapai puluhan bal ganja, sementara penemuan berikutnya lebih dari dua kilogram.

Namun hingga kini belum ada pihak yang diumumkan sebagai pemilik barang haram tersebut.

Situasi itu memicu berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Bahkan isu dugaan praktik "tangkap lepas" sempat menjadi perbincangan warga.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Resnarkoba dengan tegas membantah adanya praktik demikian di institusinya.

"Soal isu tangkap lepas, saya tegaskan tidak ada. Kalau ada anggota saya yang bermain-main, silakan laporkan dan akan kami tindak tegas," tegasnya di hadapan warga.

Ia memastikan seluruh temuan narkoba yang tidak bertuan masih dalam proses penyelidikan dan pihaknya terus melakukan pengembangan guna membongkar jaringan yang terlibat.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah-langkah penindakan terhadap lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba di Kampung Darek.

Baca Juga:

Pernyataan tersebut langsung disambut positif warga yang berharap aparat benar-benar serius memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.

Tokoh masyarakat Kampung Darek, Akbar Daulay, mengatakan masyarakat siap mendukung aparat kepolisian selama tindakan yang dilakukan benar-benar menyasar para pelaku utama peredaran narkoba.

"Kami hanya ingin Kampung Darek bersih dari narkoba. Jangan hanya pemain kecil yang ditangkap, tetapi bandar besarnya juga harus ditindak," katanya.

Warga berharap sinergi antara masyarakat, aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah setempat dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang aman serta terbebas dari ancaman narkoba, khususnya bagi generasi muda di Kampung Darek. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru