Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Perangi Narkoba, Usulkan Regulasi Khusus
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memperkuat sinergi dala
Daerah
TAPSEL | Jelajahnews.id- Jika karung berisi tanah bisa menggantikan fungsi beton bertulang, maka ilmu konstruksi barangkali perlu direvisi.
Sebab, itulah pemandangan yang justru terlihat di proyek pembangunan Jembatan di Buluparapat, Desa Sihuik-huik, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel,) dengan anggaran Rp1,2 miliar.
Alih-alih oprit permanen dari cor beton, akses menuju jembatan justru ditopang karung-karung tanah.
Secara logika sederhana, karung adalah benda sementara, sedangkan jembatan adalah bangunan permanen.
Jika yang sementara dipakai untuk menopang yang permanen, publik wajar bertanya: ini jembatan dibangun untuk berapa lama?
Keanehan tidak berhenti di situ. Ketebalan lantai jalan jembatan juga terlihat sangat tipis, jauh dari kesan kokoh sebagaimana layaknya bangunan bernilai miliaran rupiah.
Secara logika teknis, lantai jembatan seharusnya mampu menahan beban kendaraan dan usia pakai jangka panjang.
Namun kondisi yang terlihat justru menimbulkan pertanyaan: apakah ketebalan tersebut benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan anggaran yang digelontorkan?
Proyek yang berada di bawah Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Selatan tersebut, berdasarkan data LPSE, memiliki nilai pagu dan HPS Rp1.200.000.000, dan dimenangkan CV Hamido Utama dengan nilai kontrak Rp1.187.367.000.
Angka kontraknya nyaris tanpa selisih, seolah tak ada ruang tawar. Namun anehnya, hasil di lapangan justru menyisakan banyak ruang tanya.
Secara fisik, jembatan tampak pendek dan sempit. Yang paling mencolok justru cat pagar kuning-hitam yang terlihat rapi dan mencolok, seakan memberi pesan bahwa yang penting terlihat dulu.
Sementara bagian krusial seperti oprit, pengaman tebing, struktur penahan tanah, hingga lantai jembatan dikerjakan dengan cara yang sulit dijelaskan secara teknis.
Logikanya begini, jika anggaran besar, maka struktur harus kuat. Jika struktur kuat, maka material dan ketebalannya harus memadai.
Namun yang terlihat justru sebaliknya: material sementara menopang bangunan bernilai miliaran rupiah, dengan lantai jembatan yang tampak tipis dan rawan dipertanyakan daya tahannya.
"Kalau hujan deras datang, ini jembatan atau jebakan?" sindir seorang warga dengan nada heran.
Sulit diterima akal sehat jika proyek bernilai Rp1,2 miliar tidak mampu menghadirkan oprit beton permanen serta lantai jembatan dengan ketebalan yang layak.
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa ada bagian anggaran yang "menghilang" di atas kertas
Publik pun mendesak Inspektorat, BPK, dan aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lokasi. Bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk memastikan bahwa logika pembangunan masih sejalan dengan logika penggunaan uang rakyat.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga II Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Selatan, Andri Agusman H, ST, NIP 197908102011011007, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, telah dikonfirmasi awak media pada Jumat (3/01/2026).
Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan memilih bungkam, menambah panjang daftar pertanyaan publik atas kualitas dan akuntabilitas proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. (JN-Irul)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memperkuat sinergi dala
Daerah
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) unt
Daerah
Seorang remaja berusia 13 tahun di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga menjadi korban pencabulan
Daerah
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat akses pelayanan hukum bagi masyarakat melalui peningkatan kapasitas paralegal
Daerah
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji mengapresiasi dukungan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terhadap pe
Daerah
Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., mengaku masih men
Politik
Advokat Benri Pakpahan, SH, MH, selaku penasihat hukum Kornauli Sinaga alias Nai Polman, mengapresiasi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)
Hukrim
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengusulkan pembukaan jalur pengiriman laut dengan volume kecil dan frekuensi tinggi serta
Daerah
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian
Daerah
Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan suasana pembinaan yang humanis di balik jeruji besi.
Daerah