Cegah Sengketa Tanah, Kantah P.Sidimpuan Verifikasi Langsung Bidang Tanah di Kayuombun
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan melalui Panitia A melakukan pemeriksaan lapang terhadap permohonan sertipikat hak atas tanah
Daerah
TAPSEL | Jelajahnews.id - Pagar SMP Negeri 3 Angkola Selatan akhirnya tumbang lebih cepat dari harapan siswa menamatkan sekolah.
Proyek yang menelan anggaran hampir Rp120 juta itu justru menunjukkan performa tak jauh berbeda dari tumpukan batu kebun yang diplester ala kadarnya.
Padahal, di atas kertas, proyek Pembangunan Pagar Sekolah SMPN 3 Angkola Selatan tercatat rapi, lengkap, dan berstatus paket sudah selesai. Namun di lapangan, pagar tersebut malah selesai lebih dulu ambruk.
Hasil penelusuran awak media mendapati bahwa pagar sekolah ini diduga dibangun dengan ramuan khusus: semen secukupnya, pasir seperlunya, dan kerikil… entah ke mana.
Balok sloof yang seharusnya menjadi tulang punggung bangunan tampak tidak bersahabat dengan agregat kasar, seolah-olah kerikil adalah material terlarang.
Tak hanya itu, susunan batu pada dinding pagar terlihat seperti hasil tebakan bebas, tidak saling mengunci, tak rata, dan pada beberapa bagian bisa membuat orang bertanya: ini pagar atau puzzle gagal dirakit?
Besi tulangan pun tak mau kalah nyeleneh. Alih-alih terikat kokoh sesuai standar konstruksi, sambungan besi tampak sekadar disatukan dengan kawat, cukup kuat menahan harapan, tapi tidak untuk menahan beban.

Menariknya, setelah pagar roboh dan menuai sorotan, proyek tersebut langsung "disulap" kembali. Namun sayangnya, dari pantauan terbaru, perbaikan pagar justru terlihat sekadar berdandan, bukan berbenah.
Pola susunan batu masih tampak semrawut, mutu coran kembali dipertanyakan, seolah perbaikan dilakukan dengan prinsip: yang penting berdiri dulu.
Padahal, proyek ini memiliki nilai kontrak Rp119.667.000, dikerjakan oleh penyedia jasa atas nama Naramon Fajri, dengan metode pengadaan langsung, di bawah pengawasan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan klasik yang selalu muncul di proyek publik:
Apakah pagarnya yang lemah, atau pengawasannya yang sedang libur panjang?
Masyarakat berharap, pagar sekolah tidak lagi dibangun dengan logika coba-coba, apalagi mengingat fungsinya menyangkut keamanan lingkungan pendidikan, bukan sekadar pelengkap laporan pertanggungjawaban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai resep adukan apa sebenarnya yang digunakan, hingga pagar sekolah bisa roboh lebih cepat dari papan pengumuman sekolah diganti. (JN-Irul)
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan melalui Panitia A melakukan pemeriksaan lapang terhadap permohonan sertipikat hak atas tanah
Daerah
Kapolres Padangsidimpuan yang baru, AKBP Noval Nanusa, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat ya
Daerah
Harapan baru bagi masyarakat terdampak banjir di Kota Padangsidimpuan mulai terwujud. Pembangunan 100 unit Hunian Tetap (Huntap) resmi dimul
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan terus memperkuat kualitas pelayanan pertanahan melalui pemeriksaan lapang terhadap permohona
Daerah
Upaya mewujudkan tertib administrasi pertanahan dan memberikan kepastian hukum terhadap aset negara terus diperkuat.
Daerah
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan terus mempercepat sertifikasi tanah wakaf sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset keag
Daerah
Kesibukan sebagai prajurit TNI AD tak menghalangi empat personel Yonif TP 904 Garamata Tanah Karo untuk menorehkan prestasi di arena olahrag
Daerah
MEDAN Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan penerapan nilainilai Pancasila dalam du
Politik
Warga Lingkungan VIII Sibulan Bulan, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, digegerkan oleh penemua
Daerah
PT Agincourt Resources (PTAR) mengembangkan program pemberdayaan masyarakat melalui Martabe Cocoa Park di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru,
Daerah