Lebih lanjut, Afandin menyebut terdapat sekitar 11.000 warga dengan kondisi ekonomi ekstrem yang membutuhkan perhatian pemerintah dan dunia usaha, baik dalam bentuk bantuan sembako maupun pembangunan rumah layak huni.
"Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Langkat, tidak hanya pada sektor infrastruktur, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu menghasilkan komitmen nyata dari para pimpinan perusahaan. Melalui mekanisme CSR masing-masing, perusahaan sepakat menyalurkan bantuan renovasi rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Hingga hari ini, tercatat lebih dari 25 unit rumah layak huni telah terkumpul sebagai wujud kontribusi dunia usaha terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Langkat.