Deklarasi Tolak Narkoba di Padangsidimpuan, Kapolri Ungkap Penyitaan 1,16 Ton Ketamin
Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi. Pesan itu mengemuka dalam Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkob
Daerah
TAPSEL | Jelajahnews.id - PT Agincourt Resources Tambang Emas Martabe kembali memantapkan langkahnya dalam pembinaan seni dan budaya daerah melalui Sanggar Seni Sopo Daganak.
Perusahaan tambang emas tersebut tengah mempersiapkan penari-penari muda Tapanuli Selatan untuk tampil di ajang bergengsi "Indonesia Menari" tingkat nasional.
Meski pernah menyabet Juara Umum I se-Indonesia, semangat anak-anak muda yang tergabung di sanggar binaan Perkumpulan Sahabat Cerdas (PERSADA) ini tak pernah padam.
Mereka terus berlatih rutin demi menampilkan tarian terbaik yang akan mewakili nama Batang Toru dan Tapanuli Selatan di tingkat nasional.
Latihan Ketat Jelang Pentas Nasional
Ketua PERSADA, Dastri Sejoli Harahap, menjelaskan bahwa latihan untuk ajang ini sudah dimulai sejak Agustus lalu dengan intensitas tinggi.
"Anak-anak sudah menjalani sekitar 15 kali latihan. Kami tidak hanya fokus pada tari dan musik tradisional, tapi juga mengasah kemampuan di musik modern, drama, vokal, puisi, hingga pantomim," ungkapnya kepada Jelajahnews.id, Kamis (13/10/2025).
Menurut Dastri, Sanggar Sopo Daganak bukan sekadar tempat menari. Setiap tahun, sanggar ini memiliki tiga event utama, yakni Pentas Seni Anak dua kali dalam setahun, serta Festival Sanikoda yang menjadi ajang kompetisi antar sanggar dari berbagai daerah.
"Setiap latihan punya target yang jelas. Mereka berlatih selama enam bulan untuk satu pementasan besar. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya menari, tapi juga belajar konsistensi dan tanggung jawab," jelasnya.
Deretan Prestasi dan Rencana ke Luar Negeri
Sopo Daganak bukan pendatang baru di dunia seni tari. Sebelumnya, sanggar ini telah menorehkan prestasi membanggakan di berbagai ajang, antara lain, Juara II Lomba Tari di Kota Padangsidimpuan.
Selanjutnya mereka juga meraih Juara Harapan di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), dan Juara II pada Festival Hidayah Nusantara di Jakarta.
"Kami juga pernah diundang tampil ke Singapura dan Turki. Namun karena faktor keamanan di sana, keberangkatan sementara diundur ke tahun depan," tambah Dastri.
Para peserta yang aktif di sanggar ini berusia antara 13 hingga 20 tahun, sementara untuk kelompok pemula sudah bisa bergabung sejak usia 5 tahun.
Bukan Sekadar Menari, Tapi Mendidik Karakter
Pelatih sanggar, Putri Norma Sari Hasibuan, menegaskan bahwa Sopo Daganak tidak hanya mencetak penari, tetapi juga menumbuhkan karakter positif bagi anak-anak.
"Kami ingin anak-anak disiplin, percaya diri, dan mampu bekerja sama. Di sini mereka tidak hanya belajar menari, tapi belajar menjadi pribadi yang kuat dan menghargai sesama," terangnya.
Putri menambahkan, latihan di sanggar mencakup tari tradisional dan modern, teater, vokal, hingga ekspresi tubuh. "Kami ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang mencintai budaya dan berani mengekspresikan diri," ujarnya.
Kisah Ana Syafitri Daulay: Dari Batang Toru ke Jakarta
Salah satu penari muda berbakat, Ana Syafitri Daulay (17), sudah bergabung sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD pada tahun 2018.
"Saya jadi lebih percaya diri tampil di depan umum dan bisa melestarikan budaya Indonesia. Yang paling berkesan waktu tampil di Festival Nusantara Jakarta karena itu lomba tingkat nasional," ungkapnya kepada wartawan.
Ana kini telah menguasai lebih dari 10 tarian daerah, mulai dari Tari Tap Sel, Tokbah, Melayu, Pakpak, Jawa, hingga Papua. Ia berharap bisa menjadi penari hebat yang membawa nama Batang Toru ke kancah internasional.
Wadah Generasi Cerdas dan Cinta Budaya
Dengan dukungan penuh dari PT Agincourt Resources serta pembinaan PERSADA, Sanggar Seni Sopo Daganak menjadi salah satu ikon kebanggaan Tapanuli Selatan dalam pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda.
Meski terkendala waktu karena padatnya aktivitas sekolah, semangat anak-anak ini tidak pernah surut. Mereka percaya, kerja keras dan dedikasi akan membuahkan hasil di panggung nasional "Indonesia Menari".
"Yang terpenting bagi kami bukan sekadar menang, tapi bagaimana anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berani, kreatif, dan cinta budayanya," tutup Dastri optimistis. (JN-Irul)
Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi. Pesan itu mengemuka dalam Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkob
Daerah
Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumatera Utara (Sumut) membagikan 250 kotak nasi kepada pengendara dan warga sekitar Jalan Sekip,
Ragam
Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Sumatera Utara bersama sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Medan mendorong pengembangan olahraga
Daerah
Kadis Pertanian Tapsel, Muhammad Taufik Batubara, menegaskan pengawasan harga dan distribusi pupuk subsidi melibatkan KP3 dan pihak terkait.
Daerah
Menjaga kesehatan di balik tembok pemasyarakatan bukan sekadar soal pengobatan, tetapi juga tentang pencegahan.
Daerah
Puluhan warga Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli serdang melakukan aksi damai di Kantor Pengadilan Tata Usaha Negera
Peristiwa
Unggahan keluhan seorang warganet di media sosial TikTok terkait pengalaman persalinan di RSUD Kabupaten Tapanuli Selatan (RSUD Sipirok) men
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat sinergi antarinstansi pemerintah melalui koordinasi sertipikasi tanah aset milik
Daerah
Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padangsidimpuan memperkuat sinergi antarinstansi pemerintah melalui koordinasi sertipikasi tanah aset milik
Daerah
Proyek pembangunan gedung ruangan Cathlab dan sarana pendukungnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan dengan nilai kontra
Daerah