"Ekonomi Kota Medan bergantung pada sektor industri, perdagangan, jasa, transportasi, dan pariwisata. Banyak lulusan SMA maupun sarjana kesulitan mendapat pekerjaan karena kualifikasi perusahaan semakin tinggi," jelasnya.
Menurutnya, BBPVP Medan adalah mitra strategis untuk menjawab tantangan tersebut. "Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari pelatihan barista, perhotelan, restoran, hingga smart analysis dan artificial intelligence," kata Rico.
Ia berharap kehadiran pelatihan tersebut meningkatkan keterampilan tambahan (soft skill) bagi pencari kerja. "Soft skill penting karena perusahaan saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kemampuan bahasa, pelayanan, dan keterampilan teknis lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, memuji perhatian serius Wali Kota Medan terhadap masalah ketenagakerjaan. "Jarang ada kepala daerah yang begitu peduli terhadap BBPVP. Ini menunjukkan Wali Kota Medan serius mengatasi masalah tenaga kerja," katanya.
Yahya menegaskan, kunjungan Komisi IX bertujuan memastikan pelatihan vokasi di Medan berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat. "Kami ingin memastikan BBPVP Medan benar-benar membuka peluang kerja bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPR RI juga meninjau langsung fasilitas pelatihan yang dimiliki BBPVP Medan.