"Program ini tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga akan memberi efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum," tegas Gubsu.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa estimasi kebutuhan SPPG di Sumut tergolong besar, sehingga alokasi anggarannya juga signifikan. Namun ia tetap optimis seluruh target pendirian bisa tercapai pada akhir tahun mendatang.
Dadan juga menyoroti pentingnya keterlibatan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok program MBG. Menurutnya, terdapat dua jenis kemitraan yang akan dilibatkan: penyelenggara operasional SPPG dan pemasok bahan baku makanan bergizi.
"Keterlibatan pedagang kecil sangat mungkin dilakukan. Ini merupakan kesempatan ekonomi nyata bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat langsung dalam mendukung ketahanan gizi nasional," ujarnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan seluruh pemda di Sumut, termasuk Kabupaten Samosir, dapat segera menyelesaikan persiapan teknis agar program MBG berjalan efektif dan merata hingga ke pelosok desa.