Hidup di Gubuk Tanpa Bagian Warisan, Adik Diduga Aniaya Abang hingga Tewas di Tapsel
Persoalan pembagian harta warisan keluarga diduga menjadi salah satu pemicu perselisihan dua saudara kandung di Desa Pinagar, Kecamatan Arse
Daerah
TAPSEL | Jelajahnews.id - Persoalan pembagian harta warisan keluarga diduga menjadi salah satu pemicu perselisihan dua saudara kandung di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Perselisihan tersebut berujung maut. SS (58) meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh adik kandungnya, GS (53), di kawasan perkebunan.
Kapolsek Sipirok AKP Aswin Manurung mengungkapkan, GS disebut tidak memperoleh bagian dari harta warisan keluarga. Kondisi tersebut membuat GS hanya tinggal di sebuah gubuk untuk bertahan hidup.
Hal itu disampaikan Aswin dalam konferensi pers di Aula Mapolres Tapsel, Jumat (7/8/2026) siang.
Menurut Aswin, harta peninggalan keluarga yang menjadi persoalan berupa sebuah rumah dan lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk berkebun.
Dalam pembagian harta tersebut, SS selaku abang GS memperoleh bagian berupa lahan. Sementara rumah peninggalan keluarga saat ini ditempati oleh paman mereka.
Berbeda dengan sang abang, GS disebut tidak memperoleh bagian dari harta warisan tersebut.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu munculnya ketegangan antara kedua bersaudara tersebut.
Perselisihan di Perkebunan Berujung Maut
Ketegangan kemudian memuncak ketika GS dan SS berada di kawasan perkebunan.

Perselisihan yang terjadi di lokasi tersebut berujung pada dugaan tindakan kekerasan yang menyebabkan SS mengalami luka parah.
"Korban sempat ditolong oleh warga, namun karena pendarahan yang cukup hebat, korban meninggal dunia," ujar Aswin.
Setelah kejadian, GS kemudian melarikan diri menuju kawasan perbukitan yang dipenuhi semak belukar dan jauh dari permukiman warga.
Polsek Sipirok yang menerima laporan langsung bergerak melakukan pengejaran.
Tim yang dipimpin Kapolsek Sipirok bersama Kanit Reskrim Polsek Sipirok Ipda Lukman M Aruan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian GS.
Pengejaran tidak mudah. Petugas harus menyusuri medan perbukitan dengan jalur sempit dan sulit dijangkau kendaraan.
Namun, informasi dari masyarakat akhirnya membantu polisi menemukan keberadaan GS.
Terduga pelaku ditemukan bersembunyi di sebuah pondok tua yang berada di kawasan perkebunan.
"Dalam waktu sekitar delapan jam sejak laporan diterima, terduga pelaku berhasil diamankan. Medan yang sulit tidak menghalangi personel untuk mengungkap kasus ini," kata Aswin.
Dua Parang hingga Cangkul Diamankan
Saat mengamankan GS, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Barang bukti yang diamankan berupa dua bilah parang, satu sekop, satu cangkul, satu tas sandang, pakaian yang dikenakan terduga pelaku saat kejadian, serta satu sarung pisau.
Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan penyidik untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan medis di RSUD Sipirok, korban mengalami sejumlah luka tajam.
Luka tersebut antara lain terdapat pada bagian pipi kiri di bawah mata serta luka memanjang dari bagian rahang hingga telinga dengan kedalaman sekitar dua sentimeter.
Hasil visum selanjutnya akan dicocokkan dengan barang bukti yang telah diamankan untuk membantu memastikan penyebab pasti kematian korban.
Polisi Masih Dalami Motif
Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu BD Sitorus mengatakan, persoalan warisan diduga menjadi salah satu pemicu perselisihan GS dan SS. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain.
"Pemeriksaan terhadap saksi, keluarga, dan pihak terkait masih terus dilakukan agar seluruh fakta terungkap secara utuh," kata Sitorus. (JN-Irul)
Persoalan pembagian harta warisan keluarga diduga menjadi salah satu pemicu perselisihan dua saudara kandung di Desa Pinagar, Kecamatan Arse
Daerah
Niat awal hanya mencari tempat berlindung dari cuaca buruk justru membawa Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bertemu langsung den
Daerah
Seorang pria berinisial IG (39) ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menembak tetangganya, AG (40), hingga tewas menggunakan senapan
Daerah
Upaya dua pria menjual sepeda motor hasil curian di Kota Padangsidimpuan berakhir siasia. Sebelum sempat mendapatkan pembeli, keduanya lebi
Daerah
Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M., menegaskan komitmennya membangun sinergitas dengan insan pers sebagai mitra st
Daerah
TAPSEL Jelajahnews.id Misteri kematian bocah perempuan berusia enam tahun yang ditemukan tewas di dalam sumur di Desa Huta Holbung, Kecam
Daerah
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengungkapkan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruan
Daerah
Misteri kematian bocah perempuan berusia enam tahun yang ditemukan tak bernyawa di dalam sumur di salah satu desa di Kecamatan Angkola Muara
Daerah
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan menghadirkan terobosan baru dalam percepatan pembangunan infrastr
Daerah
petani berinisial SS (58), warga Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), meninggal dunia setelah diduga menjadi
Daerah