"Kalau ingin perusahaan ini benar-benar sehat, jumlah pemotongan harus meningkat beberapa kali lipat. Dengan kondisi sekarang, perusahaan akan stagnan. Kita tentu tidak ingin RPH berjalan tetapi perlahan-lahan mati," ujarnya.
Selain meningkatkan volume usaha utama, Rico meminta seluruh aset yang belum produktif segera dimanfaatkan. Jika tidak dapat dikelola secara mandiri, aset tersebut dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku agar mampu menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengembangan kawasan peternakan unggas. Menurut Rico, lahan yang tersedia perlu segera diukur, dilakukan penilaian aset melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), kemudian ditawarkan kepada investor melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Rico juga menekankan pentingnya pembangunan fasilitas cold storage dan pengembangan industri hilir berbasis produk daging. Dengan strategi tersebut, PUD RPH diharapkan mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah seperti bakso, kornet, maupun berbagai produk olahan daging lainnya.
"Hilirisasi harus mulai dipikirkan. Produk turunannya bisa berupa bakso, kornet, maupun olahan daging lainnya. Jadi sumber pendapatan perusahaan semakin beragam," katanya.
Ia meminta seluruh rencana pengembangan tersebut segera dituangkan dalam proposal yang lengkap dan profesional. Proposal harus memuat analisis bisnis, rencana pengembangan usaha, hingga daftar perusahaan potensial yang dapat diajak bekerja sama.