Senin, 03 Agustus 2026 WIB

Rico Waas Dorong PUD RPH Medan Kembangkan Cold Storage dan Hilirisasi Produk Daging

editor - Selasa, 28 Juli 2026 22:28 WIB
Rico Waas Dorong PUD RPH Medan Kembangkan Cold Storage dan Hilirisasi Produk Daging
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Perusahaan Umum Daerah (PUD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan melakukan transformasi bisnis melalui optimalisasi aset, pengembangan fasilitas cold storage (penyimpanan berpendingin), serta hilirisasi produk daging. Langkah tersebut dinilai penting agar perusahaan daerah tidak hanya bergantung pada pendapatan dari jasa pemotongan ternak, tetapi juga memiliki sumber pendapatan baru yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Arahan itu disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Triwulan III PUD Rumah Potong Hewan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (28/7/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Direktur Utama PUD RPH Irwansyah Gultom, serta jajaran direksi.

Dalam rapat tersebut, Rico meminta jajaran direksi PUD RPH lebih proaktif dalam mengembangkan peluang usaha. Ia menilai perusahaan daerah tidak dapat lagi menunggu datangnya peluang bisnis, tetapi harus aktif membangun jejaring dan menawarkan kerja sama kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor peternakan dan industri daging, termasuk di Pulau Jawa.

Baca Juga:
"Kalau memang perlu, jemput bola. Datangi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang daging, tawarkan proposal kerja sama. Kita tidak bisa lagi hanya menunggu peluang datang," tegas Rico Waas.

Namun demikian, Rico mengingatkan bahwa upaya menarik investor harus dibarengi dengan pembenahan tata kelola internal perusahaan. Menurutnya, sistem kerja, organisasi, dan standar operasional perlu diperkuat agar mampu meningkatkan kepercayaan calon mitra usaha.

Rico juga menyoroti kinerja keuangan PUD RPH yang dinilai belum sebanding dengan potensi aset yang dimiliki. Dengan luas lahan sekitar lima hektare, perusahaan dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai unit usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, jumlah pemotongan sapi tertinggi saat ini masih berada di kisaran 892 ekor per bulan. Angka tersebut dinilai belum cukup untuk mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan secara signifikan.

Halaman:
Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru