Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Pemkab Samosir Dukung Penuh Mubes dan Pesta Bolon Sagalaraja 2026, Dorong Pariwisata dan Pelestarian Budaya

editor - Rabu, 25 Februari 2026 16:52 WIB
Pemkab Samosir Dukung Penuh Mubes dan Pesta Bolon Sagalaraja 2026, Dorong Pariwisata dan Pelestarian Budaya
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, saat menerima audiensi pengurus PSBBI di Lobi Lantai II Kantor Bupati Samosir, Selasa (25/2/2026).

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Pesta Bolon/Pesta Budaya Punguan Sagalaraja Boru Bere Ibebere (PSBBI) yang akan digelar pada 2–4 Juli 2026 di Desa Ginolat-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula. Kegiatan tersebut dinilai berpotensi memperkuat pelestarian budaya Batak sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir.

Dukungan tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, saat menerima audiensi pengurus PSBBI di Lobi Lantai II Kantor Bupati Samosir, Selasa (25/2/2026).

Audiensi dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSBBI Drs. R. M. Sagala, Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Tumpak Sagala, Wakil Ketua Panitia Hotman Sagala, Ketua PSBBI Samosir P. Sagala, serta Ketua Panitia Daerah Lundak Sagala. Dari pihak pemerintah daerah turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga:
Hotraja Sitanggang mengatakan kehadiran PSBBI dengan berbagai program kegiatan di Bona Pasogit merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan kampung halaman dan pelestarian nilai-nilai budaya Batak.

"Kami menyambut baik kehadiran punguan marga Sagalaraja untuk membangun Samosir. Kegiatan ini akan mendongkrak pariwisata dan melestarikan budaya," ujar Hotraja.

Menurutnya, promosi daerah melalui kegiatan adat dan budaya merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas Samosir sebagai salah satu pusat peradaban Batak. Selain itu, kegiatan tersebut diyakini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

Hotraja menegaskan bahwa Pemkab Samosir siap berpartisipasi sesuai kemampuan serta mengintegrasikan berbagai agenda kegiatan dengan program kerja OPD terkait.

"Seluruh program kegiatan akan kami integrasikan dan disesuaikan dengan program OPD, serta kami akan berpartisipasi dan mendukung panitia agar kegiatan berlangsung semarak," tegasnya.

Ia juga berharap marga Sagalaraja sebagai salah satu marga tertua di Tanah Batak dapat menjadi contoh bagi komunitas marga lainnya, terutama dalam pelestarian lingkungan, pengembangan budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PSBBI R. M. Sagala menjelaskan bahwa penyelenggaraan Mubes dan Pesta Bolon di Samosir merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan daerah sekaligus upaya memperkuat hubungan masyarakat Batak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri dengan tanah leluhur mereka.

"Punguan Marga Sagalaraja sebagai salah satu marga tertua akan memainkan peran penting sehingga Samosir semakin dikenal dunia luar. Pengurus pusat menyelenggarakan kegiatan ini di Bona Pasogit, asal muasal Batak, sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan Samosir," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah penanaman 1.000 pohon durian di kawasan Kampung Sagala. Program tersebut bertujuan menjadikan wilayah tersebut sebagai kampung durian yang memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik wisata.

"Ini adalah misi kami untuk mengembangkan Kampung Sagala dan menunjang kemajuan Samosir," ujarnya.

Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Sagalaraja, Tumpak Sagala, menambahkan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Selain program penanaman durian, panitia juga akan menggelar aksi kebersihan lingkungan dan pelestarian sumber mata air.

Berbagai kegiatan budaya telah disiapkan untuk memeriahkan acara, antara lain lomba tor-tor, atraksi mossak Batak, martumba, tari sawan, manghunti tandok, mamborothon horbo, dan margondang. Selain itu, akan digelar lomba lari maraton mengelilingi kawasan Pusuk Buhit, pesta kembang api, serta hiburan rakyat yang menghadirkan artis nasional.

"Kegiatan ini merupakan wujud kerinduan terhadap kampung halaman dan keinginan untuk berbuat bagi Samosir. Saatnya kita berpikir apa yang dapat kita lakukan untuk Samosir, bukan hanya apa yang kita terima dari Samosir," kata Tumpak.

Pelaksanaan Mubes dan Pesta Bolon PSBBI telah masuk dalam kalender pesta budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya Batak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan memperluas promosi pariwisata Kabupaten Samosir di tingkat nasional maupun internasional.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru