Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Pemkab Samosir Targetkan 5.000 Pengunjung pada Perayaan Hari Jadi ke-22, Fokus Promosi Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM

editor - Rabu, 25 Februari 2026 16:36 WIB
Pemkab Samosir Targetkan 5.000 Pengunjung pada Perayaan Hari Jadi ke-22, Fokus Promosi Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Tunggul Sinaga, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir memastikan perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir akan berlangsung selama dua hari, pada 26–27 Februari 2026, di Segmen 5 Waterfront City Pangururan. Perayaan yang mengusung tema "Samosir Rumah Kita" tersebut ditargetkan mampu menarik 4.000 hingga 5.000 pengunjung serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui promosi pariwisata dan pemberdayaan UMKM.

Kepastian itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (25/2/2026). Konferensi pers dipimpin Ketua Panitia Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Tunggul Sinaga, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ferdinand Sitanggang.

Tunggul Sinaga menjelaskan bahwa perayaan hari jadi tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap daerah.

Baca Juga:
"Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Samosir sebagai rumah bersama," ujar Tunggul.

Ia mengatakan seluruh anggaran kegiatan diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya dan promosi pariwisata. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, usaha homestay, dan sektor perhotelan.

Terkait polemik perubahan jadwal onan atau hari pasar yang biasanya berlangsung pada Rabu menjadi Senin, Tunggul menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui pembahasan dan pertimbangan matang oleh panitia.

Menurutnya, perubahan jadwal dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi kegiatan, termasuk proses pemasangan panggung dan peralatan oleh event organizer (EO), serta menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan acara.

"Keputusan ini diambil sebagai opsi terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Panitia harus mempertimbangkan kesiapan lokasi, termasuk mobilisasi peralatan oleh EO, serta aspek kebersihan dan kenyamanan masyarakat," katanya.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Ferdinand Sitanggang. Ia mengakui adanya keberatan dari sebagian pedagang, namun menegaskan bahwa perubahan jadwal telah disosialisasikan melalui surat resmi.

"Kami memahami keluhan pedagang dan turut prihatin. Namun, pergeseran ini merupakan hasil rapat panitia. Semua opsi sudah dipertimbangkan, termasuk rencana pemindahan ke terminal, tetapi dinilai tidak memungkinkan," ujarnya.

Meski demikian, Pemkab Samosir memastikan pelaku usaha lokal tetap mendapat ruang dalam perayaan tersebut. Sebanyak 25 stan disiapkan khusus untuk UMKM dari berbagai sektor usaha guna mempromosikan produk unggulan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, menjelaskan bahwa rangkaian acara hari pertama akan diisi Festival Kuliner melalui talk show mengenai dalini horbo (susu kerbau) dan naniura, kuliner tradisional Batak yang telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda dan perlu terus dilestarikan.

Selain itu, akan digelar panggung apresiasi bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, serta hiburan rakyat yang menampilkan Family Voice, The Boys Trio, dan Siantar Rap Foundation.

Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan kebaktian oikumenis sebagai ungkapan syukur, dilanjutkan dengan pertunjukan seni budaya, penyalaan lilin, pemotongan kue ulang tahun, makan bersama masyarakat sesuai tradisi Batak, serta pemberian berbagai penghargaan dan bantuan.

Acara puncak akan dimeriahkan oleh Nauli Sister, D'Roha Voice, Nabasa Trio, Toton Cariboo, dan grup musik nasional Ungu. Pada kesempatan yang sama, Pemkab Samosir juga akan meluncurkan Horas Samosir Fiesta 2026, agenda promosi pariwisata tahunan yang telah disiapkan untuk memperkuat daya tarik wisata daerah.

"Artis nasional menjadi magnet wisatawan. Dampaknya tidak hanya dirasakan UMKM, tetapi juga sektor akomodasi dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan," kata Tetty.

Melalui perayaan Hari Jadi ke-22 ini, Pemkab Samosir berharap dapat memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata budaya dan alam unggulan di kawasan Danau Toba sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru