Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemkab Samosir Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi

editor - Selasa, 03 Maret 2026 08:42 WIB
Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemkab Samosir Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang

SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Gerakan Pangan Murah di Gedung Food Court Lantai 1 Waterfront Pangururan, Selasa (3/3/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Samosir Maulita Sari, serta Kepala Bagian Perekonomian Nancy Lusiana Marbun.

Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang tersedia antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000 per kemasan, minyak goreng Rp15.500 per kilogram, telur ayam ras Rp50.000 per papan, gula pasir Rp17.500 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, cabai merah Rp20.000 per kilogram, tomat Rp9.000 per kilogram, serta kentang Rp8.000 per kilogram.

Baca Juga:
Mewakili Bupati Samosir, Asisten II Hotraja Sitanggang mengatakan Gerakan Pangan Murah terlaksana berkat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog Cabang Pematangsiantar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen keagamaan.

"Semua daerah berupaya mengendalikan harga di daerahnya sehingga inflasi dapat terkendali. Pemerintah Kabupaten Samosir hadir mengendalikan ketersediaan dan harga bahan pokok penting di masyarakat. Di Gerakan Pangan Murah ini, harganya lebih rendah dibandingkan di pasaran," ujar Hotraja.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah berfungsi sebagai instrumen penyeimbang harga di tengah potensi peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Sebagai daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan saat hari libur keagamaan, Samosir perlu menjaga ketersediaan bahan pangan agar tetap aman dan terjangkau.

"Sebagai daerah tujuan wisata, kondisi ketersediaan dan harga harus tetap dijaga. Kita harus siap menyambut tamu-tamu. Salah satu caranya dengan mencegah gejolak harga dan pemerintah hadir melalui program ini. Semoga pangan murah ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Hotraja menambahkan, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui operasi pasar, tetapi juga melalui penguatan sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Samosir saat ini terus mendorong peningkatan produksi pangan melalui program perluasan areal tanam yang dikenal dengan program "Pangula Nature".

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kedua pada tahun 2026 setelah sebelumnya digelar pada Februari lalu.

Ia menegaskan bahwa sebagian besar komoditas yang dipasarkan berasal dari hasil pertanian masyarakat lokal sebagai bentuk dukungan terhadap petani sekaligus menjaga rantai pasok pangan daerah.

Tumiur juga mengungkapkan bahwa Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pangururan pada 3 Maret 2026, Kecamatan Simanindo pada 10 Maret 2026, dan Kecamatan Nainggolan pada 13 Maret 2026.

"Silakan berbelanja secukupnya, utamakan yang paling pokok untuk kebutuhan keluarga," imbau Tumiur.

Salah seorang warga, Op. Meta Boru Naibaho, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, cabai, minyak goreng, dan telur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Saya merasa terbantu dengan adanya pangan murah ini. Semoga semakin sering dilaksanakan," katanya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru